PENTING, Satgas Covid-19 Baubau “Luruskan Isu Miring”!

dr Lukman SpPD

Kasamea.com

Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 Kota Baubau (Satgas Covid-19 Baubau) menggelar konferensi pers, mengklarifikasi isu miring (negatif) yang dapat memicu keresahan, memicu ketakutan masyarakat akan program vaksinasi. Klarifikasi ini dianggap penting untuk dilakukan, menyikapi kondisi terkini, ditengah upaya pemerintah melakukan penanganan covid-19.

Juru bicara Satgas Covid-19, dr  Lukman SpPD, memastikan tentang penerima vaksinasi beberapa waktu lalu, seorang guru inisial MA. Bahwa kondisi MA tidak berkaitan dengan vaksinasi, karena gejala cemas yang dialaminya, sudah dialami sejak awal, sebelum diberikan vaksin.

“Dari data-data yang ada, kami meyakini hal ini (kondisi MA) tidak terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi (suntik vaksin sinovac),” tegasnya.

Melanjutkan klarifikasinya, Lukman menjelaskan tentang karyawan BUMN yang meninggal dunia inisial WDP (31). Bahwa WDP mejalani vaksin pertama pada 7 Januari 2021. Kemudidan suntik vaksin kedua diterimanya pada 5 Mei 2021.

Lukman menyayangkan adanya pemberitaan yang mengaitkan beberapa kejadian dengan program vaksinasi. Pemberitaan tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Satgas Covid-19 Baubau, sehingga dalam satu pemberitaan yang sama bisa termuat perimbangan. Dan terpenting tidak memicu keresahan, atau memicu ketakutan masyarakat akan vaksinasi (suntik vaksin covid-19), dalam upaya pemerintah menangani covid-19.

“Vaksin kedua diterima yang bersangkutan itu bukan lima hari lalu, tetapi tanggal 5 bulan Mei 2021, bulan lalu. Dan dari data yang ada kamipun meyakini bahwa WDP meninggal dunia bukan karena vaksinasi covid-19. Yang bersangkutan mempunyai penyakit kronis, penyakit bawaan, dari data-data yang ada,” bebernya.

Demikian pula, lanjut Lukman, penerima vaksinasi dengan inisial ARW. Sebelum meninggal dunia, ARW mengeluh nyeri dada. Faktanya, vaksinasi yang diterima ARW sudah sekitar tiga bulan yang lalu.

“Jadi dari data yang ada atas tiga pmberitaan di media, terkait MA, WDP, dan ARW, seluruhnya tidak berkaitan dengan vaksinasi covid-19. Dari data yang ada kami meyakini seperti itu,” tegas Direktur RSUD Baubau ini.

Lukman sangat mengharapkan, kerja sama semua pihak dalam mendukung program vaksinasi. Suksesnya vaksinasi, juga ditentukan oleh kesadaran masyarakat, oleh peran aktif semua pihak dalam pemberitaan, penyebarluasan informasi tentang vaksinasi.

“Kita tidak akan bisa mencapai kekebalan komunitas, dan target vaksinasi kita tidak akan tercapai. Sekali lagi dukungan semua pihak sangat kami harapkan, agar target-target imunisasi, untuk tercapainya kekebalan komunitas sangat kita harapkan. Semoga rilis ini bisa menetralisir perkembangan pemberitaan belakangan ini,” urainya, usai rapat bersama di kantor Dinas Kesehatan Baubau, Jumat (4/6) malam. [Red]

Komentar