oleh

Khas Jam Gadang Bukit Tinggi, Pasar Ateh, dan Revitalisasi Renovasinya

kasamea.com TRAVEL

Dari Taman Sabai Nan Aluih,pusat Kota Bukit Tinggi, Provinsi Sumatera Barat, salah satu yang khas, Jam Gadang. Menara setinggi 36 meter dengan jam berdiameter 80 cm pada keempat sisinya.

Arsitek Jam Gadang adalah seorang putera asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh.

Jam Gadang selesai dibangun 1927, dengan menghabiskan dana 3.000 Gulden. Menara dibangun hanya dengan menggunakan campuran batu kapur, putih telur, dan pasir.

Juli 2018 – Desember 2019 kawasan Jam Gadang direvitalisasi oleh Pemerintah dengan anggaran sebesar Rp 18M.

Tak jauh dari Jam Gadang, terdapat Pasa Ateh/Pasar Atas,yang juga direnovasi oleh Pemerintah, mulai Agustus 2018, dan diresmikan secara virtual pada Juni 2020.

Berbiaya Rp 292 M, Pasar Ateh direnovasi degan konsep ramah lingkungan, dilengkapi ruang terbuka hijau, pembangkit listrik tenaga surya, dan pemakaian atap yang tembus cahaya.

Renovasi untuk meningkatkan fungsi Pasar Ateh yang bernilai sejarah, dan memiliki peranan penting bagi masyarakat sebagai sarana perdagangan rakyat. Sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, dan tidak kumuh.

~ Selamat berkunjung ~

(Sumber: Komunitas Bina Marga dkk)

[RED]

Komentar

News Feed