oleh

La Bakry Dorong Pemuda Siapkan Diri Songsong Geliat Aspal Buton

Bupati Buton Drs La Bakry, M.Si dan Pendiri Media Kasamea.com LM. Irfan Mihzan (Silaturahmi)

Kasamea.com Buton

Peluang pengelolaan, pemanfaatan aspal Buton untuk skala Nasional bahkan Internasional semakin terbuka lebar. Tahap demi tahap dalam prosesnya menandakan geliat investasi dan produksi aspal Buton akan berjalan seiring dengan serapan tenaga kerja yang dibutuhkan, yang jumlahnya juga tak sedikit.

Bupati Buton La Bakry melihat ini sebagai peluang putera-puteri Buton dapat menjadi tuan rumah, bekerja di negerinya sendiri. Namun begitu, tak cukup hanya dengan berpangku tangan, menyongsong peluang tersebut, La Bakry mengajak seluruh Pemuda Buton untuk menyiapkan diri, sedini mungkin menempa diri berketerampilan teknis, memiliki skill, agar bisa menempati posisi tenaga kerja di Perusahaan-Perusahaan yang beroperasi, dan akan beroperasi nantinya.

La Bakry mendorong Pemuda Buton pro aktif,”Karena kalau pabrik sudah produksi, tambang sudah bergeliat, maka tentu saja membutuhkan banyak tenaga kerja, khususnya mobilisasi (trucking, red). Kalau tidak menyiapkan diri sejak dini, maka peluang-peluang serapan tenaga kerja tersebut akan diisi orang lain,” kata La Bakry, ditemui di kediamannya di Pasar Wajo, beberapa waktu lalu.

Sejak tahun-tahun sebelumnya, La Bakry sudah mengingatkan generasi muda untuk menyiapkan diri. Apalagi para Pengusaha, atau Perusahaan, tidak menunggu para tenaga kerja. Justru sebaliknya, mereka akan mempekerjakan yang sudah siap bekerja, yang sudah terampil, full skill.

“Kalau sudah ada permintaan tidak ada kata menunggu, dan kalau tidak ada tenaganya, ya didatangkan (dari luar Buton, red),” ungkapnya.

La Bakry juga menyinggung tentang rencana peningkatan sarana prasarana Pelabuhan angkut aspal (Pelabuhan Nambo) yang saat ini belum memadai untuk kegiatan pengangkutan aspal Buton dalam skal yang lebih besar, skala Nasional, Internasional kedepannya.

Terlebih misalnya, bila daerah-daerah di Indonesia ditargetkan dengan waktu penyelesaian program pengaspalan.

”Ini harus segera, tidak bisa antri. Nah kalau dengan kondisi sekarang, antrinya akan panjang. Bila nantinya dilakukan perluasan 600 x 100 Meter, bahkan lebih, maka akan lebih memadai” optimisnya.

Menyangkut pengelolaan Pelabuhan nantinya, La Bakry mengembalikan pada aturan. Bila harus dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Buton, maka akan diserahkan pada Perusahaan Daerah (Perusda). Namun bagi La Bakry, yang terpenting adalah aspal bisa diangkut, ada serapan tenaga kerja, dan produksi berjalan.

Dari hasil koordinasi dengan Pemprov Sultra, kata La Bakry, saat ini tengah dirampungkan beberapa dokumen, baik perencanaan, AMDAL, juga kelengkapan dokumen lainnya.

“Kita berharap bisa segera terealisasi, karena Ketika kebutuhan aspal secara Nasional sudah merata, maka dibutuhkan Pelabuhan yang memadai untuk pengangkutan, distribusi aspal Buton ke seluruh Indonesia,” pungkasnya.

[Red]

Komentar

News Feed