oleh

Lawan Corona, LMND Sultra Sorot THM

BAU-BAU

Organisasi Kemahasiswaan, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Provinsi Sulawesi Tenggara (LMND Sultra) menyoroti Tempat Hiburan Malam (THM) yang masih terus beroperasi ditengah gencar dan kerasnya upaya pencegahan penyebaran virus corona (covid-19) di berbagai penjuru dunia, Indonesia, terkhusus di Kota Bau-Bau. Pantauan LMND Sultra, di Negeri Khalifatul Khamis THM masih beroperasi seperti biasa, dengan kerlap kerlip gemerlapnya, bising musik, dengan para pekerja wanita pemandu lagu.

LMND Sultra menyayangkan hal ini, dan meminta ketegasan Pemerintah Kota Bau-Bau, juga pihak Kepolisian Resort Bau-Bau, untuk bertindak tegas. Sebab, telah jelas dan terang adanya pemberlakuan aturan pelarangan keramaian, menghindari kerumunan, acara atau kegiatan yang menghadirkan banyak orang.

Melalui Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda LMND Sultra, Ardi, menegaskan, miris atas fakta yang terjadi di Kota Bau-Bau, atas masih banyaknya para pelaku usaha yang tak patuh, tak mengindahkan aturan dalam upaya melawan virus mematikan yang telah menjadi Pandemik global tersebut.

“Seharusnya Pemerintah Kota Bau-Bau, melalui surat himbauan Nomor: 430/1665/setda/2020 dapat lebih tegas dan berani mengambil keputusan, jangan menunggu nanti ditemukan kasus penyebaran Covid-19 di daerah (THM, red) tersebut, baru mau akan ditutup,” tegas Ardi.

Terlebih, lanjut Ardi, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis telah menerbitkan Maklumat Nomor: Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Ketegasan dari Sat Pol PP Kota Bau-Bau juga perlu dipertanyakan. Kami berharap kepada Sat Pol PP agar dalam melaksanakan penegakan Perda jangan tumpul keatas tajam kebawah. Jangan hanya berani menegakkan Perda kepada ‘orang tua’ kami pedagang kaki lima, namun abai kepada pelaku usaha. Kasat Pol PP harus memahami bahwa ‘Equality Before The law’ yang berarti Semua Sama Dimata Hukum,” tegasnya lagi.

Tak luput, Ardi membeberkan dugaan THM yang melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan Malam, operasi melewati batas waktu yang telah ditetapkan. Serta dugaan pelanggaran lainnya.

“Olehnya dari beberapa persoalan tersebut, mengacu pada asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi ‘salus populi suprema lex esto’, kami mendesak Pemerintah Kota Bau-Bau agar segera melakukan tindakan tegas yakni menutup THM yang masih beroperasi, demi terciptanya kepastian keselamatan kesehatan masyarakat,” tambah Ardi, Senin (23/3/20) malam.

Tak lupa Ardi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap siap siaga mencegah penyebaran virus corona (covid-19), dengan tetap melakukan pola hidup sehat, dan menghindari kerumunan yang berlebihan, serta berada di rumah saja, tidak bepergian, bila tak ada hal mendesak dan penting.

[RED]

Komentar

News Feed