LPDP Jemput Talenta Baubau, Beasiswa 2026 Resmi Dibuka

LPDP Jemput Talenta Baubau, Beasiswa 2026 Resmi Dibuka

BAUBAU, KASAMEA.COM – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 sejak 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Momentum pembukaan program beasiswa nasional tersebut disosialisasikan secara langsung kepada masyarakat Kota Baubau, melalui Seminar Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026, yang digelar di Aula Korea Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton), Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi LPDP memperluas akses informasi dan kesempatan pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra), agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Seminar berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA dan dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa, alumni, akademisi, aparatur sipil negara, serta masyarakat umum yang tertarik mengikuti program beasiswa LPDP.

Acara dibuka langsung oleh Rektor UM Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M., dan menghadirkan Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, sebagai narasumber utama.

UM Buton Sambut Positif Kehadiran LPDP di Baubau

Sebagai tuan rumah penyelenggara, UM Buton menyambut baik dipilihnya Kota Baubau sebagai salah satu lokasi sosialisasi resmi LPDP Tahun 2026.

Rektor UM Buton, Wa Ode Al Zarliani, mengatakan kehadiran LPDP secara langsung di Baubau menjadi peluang besar bagi generasi muda daerah untuk memperoleh akses pendidikan hingga jenjang tertinggi.

“Kami sangat bersyukur pihak LPDP menjadikan Kota Baubau sebagai salah satu daerah yang disosialisasikan secara langsung. Kami sangat berharap alumni Universitas Muhammadiyah Buton dapat mengikuti seleksi LPDP, untuk mendapatkan pendidikan lanjutan hingga jenjang paling tinggi,” ujar Zarliani.

Menurutnya, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa, alumni, maupun dosen agar semakin banyak sumber daya manusia unggul yang lahir dari daerah Kepulauan Buton.

“Semoga kesempatan pada hari ini dapat dimanfaatkan oleh banyak peserta, terutama dosen-dosen Universitas Muhammadiyah Buton, agar dapat melanjutkan pendidikan hingga S3, sehingga dapat memberikan ilmu dan manfaatnya kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton dan masyarakat secara luas,” tambahnya.

Zarliani juga berharap penerima beasiswa LPDP asal Baubau dapat kembali ke daerah setelah menyelesaikan studi, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami sangat mengharapkan agar masyarakat Baubau, terutama alumni mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton dapat bersaing dan berjuang mendapatkan Beasiswa LPDP, kemudian kembali untuk membangun Kota Baubau,” katanya.

LPDP Fokus Kembangkan Talenta Industri Strategis

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai program Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026, mekanisme seleksi, hingga strategi mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi.

LPDP pada tahun ini kembali menghadirkan dua program utama, yakni Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE atau Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics.

Program STEM Industri Strategis difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia di sektor pangan, energi, pertahanan, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, maritim, manufaktur, hilirisasi, material maju, serta industri kreatif.

Selain itu, LPDP juga mendukung bidang bisnis, ekonomi, hukum, dan kebijakan publik yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan industri strategis nasional.

Sementara itu, program SHARE diarahkan untuk memperkuat pembangunan nasional melalui pengembangan ilmu sosial, pendidikan, budaya, ekonomi, keagamaan, serta kebijakan publik.

Komitmen Inklusif untuk Talenta Daerah

Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menegaskan bahwa pelaksanaan seminar di Baubau merupakan bagian dari komitmen pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi dan mengikuti seleksi Beasiswa LPDP. Kehadiran kami di Baubau merupakan bentuk komitmen LPDP dalam menjangkau talenta-talenta unggul daerah,” ujarnya.

Menurutnya, LPDP terus memberikan perhatian kepada kelompok afirmasi, termasuk peserta dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar agar memiliki peluang yang lebih besar dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Awardee LPDP Sultra Tembus 501 Orang

Data LPDP hingga 14 Juli 2026 menunjukkan jumlah awardee atau penerima beasiswa LPDP asal Sulawesi Tenggara telah mencapai 501 orang sejak tahun 2013.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 304 orang telah menjadi alumni, 144 orang masih menjalani studi, dan 53 orang sedang dalam tahap persiapan studi.

Mayoritas penerima beasiswa memilih program magister dengan persentase mencapai 66 persen, disusul program doktor sebesar 25 persen. Sisanya tersebar pada program spesialis dan non-gelar.

Pilihan perguruan tinggi dalam negeri masih mendominasi dengan jumlah 392 awardee, sementara 109 orang berhasil melanjutkan pendidikan di berbagai kampus terbaik luar negeri.

Baubau Jadi Daerah Ketiga Terbanyak di Sultra

Secara demografis, Kota Kendari menjadi wilayah dengan jumlah awardee LPDP terbanyak yakni 170 orang, disusul Kabupaten Muna sebanyak 65 orang dan Kota Baubau sebanyak 56 orang.

Dari total 56 awardee asal Baubau, sebanyak 36 orang melanjutkan studi magister dan 13 orang menempuh pendidikan doktor. Sebanyak 41 awardee memilih perguruan tinggi dalam negeri dan 15 lainnya menempuh pendidikan di luar negeri.

Ayom Widipaminto mengapresiasi capaian tersebut dan berharap jumlah penerima beasiswa asal Baubau terus meningkat pada masa mendatang.

“Kami berharap lebih banyak putra-putri asal Kota Baubau yang mengikuti seleksi beasiswa LPDP, sehingga semakin banyak talenta terbaik dari kota ini yang dapat kembali, pulang, dan membangun negeri melalui pembangunan Kota Baubau,” kata Ayom.

Ia menilai Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar sebagai daerah maritim yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia unggul untuk mendorong daya saing global.

“Melalui prioritas STEM, LPDP berharap dapat mengembangkan kapasitas SDM di Kota Baubau, dan mengakselerasi pembangunan daerah melalui talenta-talenta unggul yang lahir dari wilayah ini,” ujarnya.

Kebijakan Baru Permudah Seleksi Beasiswa

Dalam kesempatan tersebut, LPDP juga mengumumkan sejumlah penyesuaian kebijakan untuk memperluas akses pendaftar pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026.

“Pada seleksi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 ini, kami menyesuaikan beberapa kebijakan, salah satunya terkait persyaratan bahasa Inggris bagi kriteria pendaftar tertentu. Ini tentu akan mendorong perluasan akses seleksi beasiswa LPDP,” jelas Ayom.

Salah satu kebijakan baru adalah penambahan opsi sertifikat kemampuan bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri, penggunaan Duolingo untuk tujuan luar negeri, hingga relaksasi syarat tertentu bagi kelompok afirmasi.

LPDP juga mengizinkan penggunaan hasil tes bahasa Inggris dari 35 perguruan tinggi dalam negeri, termasuk TOEFL-equivalent Test Universitas Halu Oleo, Kendari, untuk kategori pendaftar tertentu.

Selain itu, LPDP memperluas daftar perguruan tinggi tujuan dengan menambah universitas unggulan dari sebelumnya 17 menjadi 31 perguruan tinggi, termasuk tambahan 14 universitas khusus program studi STEM.

Dana Abadi Pendidikan Capai Rp195,8 Triliun

Sebagai pengelola Dana Abadi Pendidikan, hingga 30 Juni 2026 LPDP tercatat mengelola dana sebesar Rp195,8 triliun yang menjadi fondasi investasi jangka panjang pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Sejak 2013 hingga Juni 2026, LPDP telah mendukung 112.771 penerima beasiswa program gelar dan lebih dari 590 ribu peserta program non-gelar melalui berbagai skema pengembangan kapasitas.

LPDP juga telah mendanai 4.718 proyek riset, memperkuat 23 perguruan tinggi negeri badan hukum melalui dana abadi perguruan tinggi, serta memberikan dukungan kepada 3.753 penerima manfaat dana abadi kebudayaan.

Meningkatnya minat masyarakat terhadap program LPDP terlihat dari Seleksi Tahap I Tahun 2026 yang mencatat 32.794 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dan melanjutkan tahap persiapan studi.

Melalui sosialisasi di Baubau, LPDP berharap semakin banyak putra-putri Sulawesi Tenggara memanfaatkan kesempatan Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 untuk menempuh pendidikan tinggi dan kembali berkontribusi bagi pembangunan daerah serta kemajuan Indonesia.

Komentar