oleh

Mantap… E-Divers Wakatobi Diluncurkan

WAKATOBI

Balai Taman Nasional (BTN) Wakatobi meluncurkan sistem aplikasi informasi wisata selam, E- Divers. E- Divers, bertujuan untuk memberikan informasi tentang lokasi spot selam di kawasan Taman Nasional Wakatobi.

Aplikasi ini juga akan mengatur kapasitas, sesuai jumlah pengunjung dan kemampuan daya dukung lokasi selam yang dituju.

Dalam penerapannya, E- Divers akan mengintegrasikan si penyelam dan Dive Operator. Dengan begitu, Dive Operator tidak kesulitan lagi menyusun itinerary perjalanan. Hal ini juga akan mengantisipasi terjadinya pemanfaatan lokasi selam secara bersamaan diwaktu yang sama.

Diharapkan, dengan mengatur aktivitas wisata selam ini, tetap menjaga ekosistem terumbu karang, agar laut tetap memberikan manfaat berkelanjutan untuk masyarakat Wakatobi.

Aplikasi E- Divers Wakatobi tak muncul dengan sendirinya, melainkan buah inovasi seorang Kepala Seksi Pengelola Taman Nasional Wilayah I Wangi-wangi, Union SP. Dalam kegiatan Diklat Kepemimpinan IV belum lama ini, karya anak Bangsa ini kemudian direspon penuh Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, Darman SHut MSc.

Kata Union, E- Divers ini masih sederhana, dengan menggunakan google form dan dalam tahap pembangunan aplikasi berbasis Android.

“Dukungan penuh dari Pemda Wakatobi, Polres Wakatobi, Pos TNI Angkatan Laut, Kantor Imigrasi Wakatobi, Perwira Penghubung DIM 1413, WWF ID SESS, Swiss Contact, Para Dive Operator, serta jajaran Balai Taman Nasional Wakatobi sangat diperlukan, dalam kebermanfaatan dan pengembangan aplikasi ini ke depannya” katanya.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi Darman SHut MSc berharap, aplikasi ini terus berkembang berbasis android, dan terintegrasi dengan objek wisata, dan penyedia akomodasi di seluruh kawasan Taman Nasional Wakatobi.

Respon positif atas diluncurkan E-Divers datang dari Aksa Hamid, seorang pemilik Dive Adventure. Menurutnya, E- Divers merupakan salah satu jawaban dari kendala teknis dilapangan, yang kerap terjadi apabila sesama dive operator berencana menyelam di lokasi, dan waktu yang sama. Selain itu, dengan pengaturan ini, dapat menjaga lokasi dive spot agar tetap terjaga keindahannya.

“Sehingga usaha wisata dapat terus berkelanjutan,” tutur Aksa Hamid.

Sistem informasi ini bermanfaat pula dalam pengawasan aktivitas wisatawan agar lebih optimal. Sehingga, dapat membantu stakeholders terkait dibidang Pariwisata, Perlindungan, dan Pengamanan kawasan Wakatobi.

Taman Nasional Wakatobi yang dalam pengelolaannya bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Wakatobi, merupakan salah satu dari 7 Taman Nasional Laut di Indonesia, yang juga diamanahi sebagai Cagar Biosfer Dunia, Asean Heritage Park, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, serta 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

Keindahahan ekosistem bawah laut Wakatobi sudah menjadi idaman para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Aktivitas wisata andalan di Taman Nasional Wakatobi adalah Scuba Diving. Lokasi penyelaman yang tersebar di seluruh wilayah ini menjadi potensi besar, yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu mata pencarian, yakni sebagai penyedia jasa wisata selam, atau yang biasa disebut dengan Dive Operator.

Keindahan terumbu karang di kawasan Taman Nasional Wakatobi sangatlah berpengaruh terhadap tingkat kepuasan wisatawan, yang berimplikasi terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat disekitar Taman Nasional Wakatobi.

[MG – editor LAMIM]

Komentar

News Feed