oleh

Pemerkosaan di Kota Baubau dan Wacana “OJEK AMAN”

Warga Kota Baubau dalam beberapa waktu belakangan ini dihantui kejadian tindak kriminal pemerkosaan, yang diduga dilakukan pria bejat dengan modus tukang ojek (mengantar penumpang). Kejadian memprihatinkan ini mengundang perhatian, ada yang mengutuk keras pelaku karena kebejatannya, ada yang saling mengingatkan untuk waspada, tak sedikit pula yang merasa trauma, merasa takut menumpang ojek.

Peristiwa pekan lalu, seorang Mahasiswi yang hendak mengunjungi Benteng Keraton Buton bersama empat rekannya, nyaris diperkosa oleh pengemudi Ojek, yang mengantarnya. Beruntung Mahasiswi salah satu Universitas di Kota Kendari itu sempat menelepon rekannya, dan rekannya meminta pertolongan pada beberapa Pemuda Melai (yang sedang nongkrong di areal Benteng Keraton).

Mereka kemudian mencari korban diarah simpang lima Jalan Palagimata (kawasannya sepi, hutan/semak belukar). Alhamdulillah Mahasiswi berhijab itu berhasil lolos, namun pelaku sudah tancap gas melarikan diri.

Polres Baubau, Selasa (12/3/2019) merilis pengungkapan kasus dugaan tindak kriminal pemerkosaan yang dilakukan seorang tukang Ojek terhadap seorang remaja puteri berumur 14 Tahun. Pelaku pemerkosaan pada pertengahan Januari 2019 lalu ini berhasil ditangkap. Tempat kejadiannya sama, disimpang lima Jalan Palagimata.

Atas maraknya tindak kriminal pemerkosaan yang terjadi, warga Kota Baubau membutuhkan kepastian rasa aman, nyaman dalam beraktivitas, bepergian, bila masih dengan menggunakan jasa pengemudi ojek. Berharap segera dilakukan penertiban para pengemudi ojek yang beroperasi diwilayah Kota Baubau.

Penertiban dilakukan melalui pendataan:

-Identitas, alamat tempat tinggal lengkap (sesuai KTP/KK/SIM, surat keterangan domisili),
-Standar kelayakan kendaraan bermotor yang sesuai aturan perundang-undangan,
-Surat kendaraan bermotor yang sesuai aturan perundang-undangan.

Selanjutnya, para pengemudi ojek yang sudah terdata dan dinyatakan lengkap identitas, lengkap keterangan alamat tempat tinggal, lengkap kelayakan juga surat kendaraan bermotor ini diwajibkan mengenakan rompi seragam “OJEK AMAN”, serta kartu khusus “OJEK AMAN” yang sudah teregistrasi, diverifikasi oleh Instasi terkait.

Rompi serta kartu khusus “OJEK AMAN” ini sebagai penanda, sebagai pegangan bahwa pengemudi ojek tersebut memiliki identitas, alamat, kelayakan serta surat kendaraan bermotor yang lengkap, “OJEK AMAN” untuk ditumpangi. Sebaliknya, pengemudi ojek yang tidak memiliki kartu identitas dan keterangan alamat lengkap, tidak memiliki kelayakan juga surat kendaraan bermotor, maka tidak diperbolehkan mengenakan rompi seragam, serta kartu khusus.

Tentu proses penertiban ini dibaregi dengan sosialisasi, agar warga Kota Baubau, juga pendatang/pengunjung mengetahuinya. Sehingga menumpangnya hanya pada “OJEK AMAN”.

Dengan begitu, diharapkan dapat mempersempit ruang, waktu, dan kesempatan beraksi para pelaku tindak kriminal. Serta yang terpenting, dapat memberikan kepastian rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Baubau, juga pendatang/pengunjung dalam beraktivitas di Negeri PO-5.

~ Redaksi Vonizz.com ~

Komentar

News Feed