Penyesuaian Tarif Tiket “Kapal Cepat”, Ini Penjelasan Pihak Perusahaan!

Baubau

PT Pelayaran Dharma Indah selaku perusahaan penyedia jasa pelayaran kapal Cantika/Bahari Expresa, atau yang lebih populer disebut kapal cepat rute Baubau-Raha-Kendari telah resmi menaikkan tarif tiketnya, per tanggal 5 September 2022. Kenaikan tarif tiket ini merupakan
penyesuaian yang dilakukan manajemen perusahaan, terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Daftar tarif tiket terbaru, sebagai berikut:

Tarif tiket rute Baubau-Raha untuk penumpang kategori executive dewasa psebelumnya Rp147.000 menjadi Rp184.000.

Executive anak dari Rp108.000 menjadi Rp124.000, VIP dewasa dari Rp189.000 menjadi Rp267.000 dan VIP anak dari Rp139.000 menjadi Rp187.000.

Seterusnya, untuk rute Baubau-Kendari kategori executive dewasa dari tarif Rp197.000 menjadi Rp247.000.

Executive anak dari Rp 143.000 menjadi Rp 177.000, VIP dewasa dari Rp263.000 menjadi Rp 327.000, dan VIP anak dari Rp189.000 menjadi Rp212.000.

Tarif diatas sudah termasuk dengan pas masuk pelabuhan dan administrasi.

Pimpinan PT Pelayaran Dharma Indah wilayah operasi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ishak Musaid menjelaskan, kenaikan tarif, pihaknya merujuk pada
Peraturan Menteri (PM) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Mekanisme Penetapan dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan.

Pasal 3

(1) Jenis tarif angkutan penyeberangan terdiri atas: a. Tarif ekonomi, dan b. Tarif nonekonomi.

(2) Tarif angkutan penyeberangan untuk tarif ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. ditetapkan oleh: a. Menteri, untuk lintas penyeberangan antar negara atau antar provinsi, b. Gubernur untuk lintas penyeberangan antar kabupaten/kota dalam provinsi, dan c. Bupati/walikota untuk lintas penyeberangan dalam kabupaten/kota.

(3) Tarif angkutan penyeberangan untuk tarif nonekonomi sebagai mana dimaksud pada ayat (1) huruf b, ditetapkan oleh Badan Usaha Angkutan Penyeberangan berdasarkan tingkat pelayanan yang diberikan.

Ishak mengatakan, penyesuaian, penentuan tarif harga tiket langsung dari pimpinan perusahaan, berdasarkan analisa biaya operasional. Bila dikalkulasi dari harga per liter BBM yang dibeli, penyesuaian yang dilakukan hanya 25 persen.

“Kapal kita ini pakai BBM subsidi yang diatur BPH Migas. Kalau pakai BBM industri tentu harga tiket yang lalu bukan senilai itu. Karena BBM industri kalau tidak keliru Rp18.000 perliter,” ujarnya.

Ishak menambahkan, ketika kuota BBM mereka dari Pertamina sudah tidak mencukupi, maka pihaknya harus membelinya dengan harga industri. Misalnya 1 satu bulan penggunaan 10 KL habis, maka pihaknga harus membeli BBM dengan harga industri.

Bila bisa disuruh memilih, Ishak mengaku tidak setuju dengan kenaikan harga BBM saat ini. Terlebih pihaknya memberikan pelayanan untuk masyarakat kelas menengah kebawah, berbeda dengan maskapai penerbangan yang melayani masyarakat menengah keatas.

“Pengusaha sebenarnya tidak naik industri lebih bagus, begitu juga subsidinya, kita sesuaikan saja harga. Cuman kalau kita tidak sesuaikan harga, kita tidak bisa beroperasi, karena sudah pasti pengeluaran lebih besar,” tambahnya.

Menurutnya, aktivitas penumpang masih terpantau normal, karena sebagian besar masyarakat sudah memahami tentang penyesuaian kenaikan tarif tiket, dan bila tidak dilakukan penyesuaian, maka biaya operasional tidak mencukupi.

“Jadi putusan direktur utama sebegitu.
Sama semua dengan kapal malam Kendari-Raha, mereka sudah menyesuaikan juga, dengan 25 persen, itu sesuai dengan yang kita hitung,” terangnya.

Ishak mengungkapkan, bolak balik kapal Baubau-Raha-Kendari, bila cuaca bagus, hanya menghabiskan satu tangki penggunaan BBM. Melainkan ketika cuaca kurang bagus, gelombang atau angin kencang, pihaknya harus melakukan penambahan satu sampai dua ton.

“Kapal kita besar operasionalnya, karena putaran mesinnya cepat,” pungkas pengusaha yang juga akrab disapa Ica ini. [Red]









Komentar