oleh

Perempuan Baubau Ini Satu Diantara 36 Perempuan Dunia yang Lolos VVEngage Fellows

Fanti Frida Yanti

Kasamea.com Baubau

Dialah Fanti Frida Yanti, perempuan asal Kota Baubau, satu satunya dari Indonesia yang masuk dalam 2020-2021 VVEngage Fellows. Bersama 35 perempuan dari negara lainnya di belahan Dunia.

VVEngage Fellows sebuah program Fellowship Beasiswa Belajar Singkat selama 10 bulan yang dimotori oleh Women Global Partnership dan Profesor dari Kennedy School of Governance, Universitas Harvard, USA.

Ada 4 materi besar yang akan dipelajari dalam Program VVEngage Fellows, yakni Leadership/Kepemimpinan (Perempuan Dalam Politik), Komunikasi Strategis, Strategi Politik dan Tata Kelola.

Ada 36 Fellow yang terpilih dari seluruh dunia, dan Profesi Fellow terpilih pun beragam. Ada yang berprofesi sebagai Menteri, Walikota, Wakil Walikota, Anggota Senat, Anggota Legislatif (pusat dan negara bagian) , Founder dan CEO Organisasi Nirlaba, Pimpinan Lembaga Think Tank, Reporter, Penulis, Jurnalis, Peneliti hingga Profesor.

Kepada Kasamea.com Fanti bercerita singkat, bahwa seluruh Fellow melewati proses seleksi yang luar biasa panjang dan ketat. Aplikasinya secara online, yang isinya bukan hanya menanyakan latar belakang studi, pekerjaan atau melampirkan CV.

“Tapi lebih dari itu, menjawab pertanyaan Essay yang sebagian besar menjawab komitmen dan kerja-kerja kita sebelumnya dan Project Plan kedepan, dalam bahasa Inggris,” kata Fanti, penuh semangat.

Perempuan yang dikenal akrab oleh para pegiat Non-Governmental Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini, meyakini, bahwa Program yang diikutinya ini juga dapat membuka peluang besar bagi Indonesia dalam membangun hubungan kerjasama global, khususnya terkait isu Perempuan dan Pembangunan Global.

Fanti seorang Peneliti Pembangunan Manusia dan Tata Kelola Badan Perencanaan Baubau.

Bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Fokus dalam bidang Penelitian Pembangunan Manusia dan Tata Pemerintahan.

Dia juga Deputi Riset dan Pengembangan di Forum Kreatif Baubau.

Sebelumnya, Fanti sebagai Kepala Badan
Divisi Sistem Informasi Gender dan Anak, Fanti menggagas Baubau Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai layanan untuk memberikan layanan hukum pendampingan, konseling, pemulihan psikologis dan rehabilitasi sosial untuk
perempuan dan anak-anak korban kekerasan.

Fanti sangat menyukai penelitian. Ia percaya bahwa sangat penting untuk mengetahui lebih detail cerita masing-masing perempuan, merekamnya melalui data dan informasi, termasuk kekerasan terhadap mereka.

Misi hidup nan mulia, Ia memutuskan menjadi pegawai negeri di Pemerintah Kota Baubau dalam rangka pemberdayaan perempuan, terutama dibidang pendidikan dan ekonomi, melalui kebijakan strategis pemerintah, termasuk gender, perencanaan dan penganggaran.

Pada tahun 2011, Ia dipromosikan dan dipercaya sebagai Gender Pemerintah Daerah Penasihat Kesetaraan Teknis untuk Program BASICS dan Penasihat Komunitas Pemerintah Lokal untuk
Program ACCESS. Kedua program ini bekerja untuk memastikan hak-hak masyarakat dalam pendidikan dan
terpenuhi kesehatannya, dimana perempuan dan anak menjadi prioritas.

Pada tahun 2004, Fanti mendapatkan beasiswa dari Program IFP Ford Foundation dan belajar Analisis Gender di
Pembangunan Internasional di Universitas East Anglia, Inggris.

Pada tahun 2006, Ia bekerja sebagai Gender Lokal Penasehat Proyek Oxfam GB bekerja sama dengan Uni Eropa.

Baru-baru ini, Fanti menerima
penghargaan dari kursus singkat The Australia Awards Indonesia pada tahun 2017 di Griffith University for Sustainable
Pariwisata dan di The University of Sydney untuk mempelajari DPO: Reformasi Kebijakan pada tahun 2020.

Bagi Fanti, belajar bersama, 36 VVEngage Fellows dari seluruh dunia, menyerap dan berbagi ilmu, merupakan kesempatan istimewa. Bersama sosok pilihan perempuan pemimpin yang bekerja dan berjuang untuk membaikkan kondisi kaumnya di negaranya masing-masing.

Menurut Fanti, Ia benar-benar beruntung bisa berada ditengah-tengah perempuan hebat dari penjuru Dunia. Karena ada banyak Perempuan Indonesia luar biasa yang suara dan karyanya belum terdengar dan perlu untuk disuarakan.

“Ini bermakna bahwa siapapun bisa mewujudkan mimpinya. Tidak peduli kita berada dimana, ras atau agama apa, status sosial atau profesi apa. Yang terpenting adalah, teruslah belajar, kenali diri dan potensi, kembangkan jejaring, terus bersikap kritis, jangan berhenti berkontribusi bagi lingkungan sekitarmu. Sekecil apapun kontribusi kita, yang memberikan makna adalah Yang Maha Esa,” ungkap Fanti.

Menjadi wakil Indonesia yang berasal dari Kota kecil, Baubau, tidak pernah terlintas dalam benak Fanti. Namun, tidak ada yang tidak mungkin bagi Yang Maha Kuasa.

Seakan tak kenal lelah, Perempuan enerjik dan penuh dedikasi ini akan terus berkontribusi memberi sumbangsih pemikiran, gagasan konstruktif untuk membangun kampung halaman, negaranya tercinta.

“Semoga jejak ini bisa menginspirasi dan diikuti oleh anak-anak pelosok Negeri Butuni lainnya. Inshaa Allah bisa menjadi awal yang baik untuk Baubau. Aamiin Yaa Kareem. Bismillah,”.

“Ada banyak tangan orang-orang baik yang tidak terlihat dalam pencapaian ini. Dan kata Terima Kasih tidak cukup untuk itu,” bijaknya.

[Red]

Komentar

News Feed