oleh

Polisi Gandeng Inspektorat Amankan “Tukang Sunat” Dana BLT di Musi Rawas, Baubau Bagaimana?

kasamea.com

Melansir tayangan berita Radarsilampari.com, Selasa (02/06/2020), dua oknum diamankan pihak Kepolisian, yakni Kepala Dusun (Kadus) inisial AM (33) dan anggota BPD inisial E (40), di Desa Bampres Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas, karena diduga melakukan pemotongan (sunat) uang dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD). Keduanya diringkus pada Minggu (01/06/2020).

“Kedua oknum penyelenggara pemerintahan desa kami tangkap, karena memangkas BLT DD sebesar Rp200 ribu, untuk saat ini sudah 18 warga melaporkan kepada kami,” tegas Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy kepada Radarsilampari.com, Selasa (02/06/2020).

Modus kedua oknum tersebut, melakukan tindak pidana tersebut yakni dengan cara mendatangi rumah warga setelah dibagikan BLT DD sebesar Rp600 ribu dan mintak uang dengan para penerima (korban) sebesar Rp200 ribu. Untuk sementara ini dan hasil pemeriksaan bahwa keduanya menyunat BLT DD atas inisiatif sendiri.

“Kami kerja sama dengan inspektorat, untuk kaitannya dengan kepala desa, hingga kini masih dalam pengembangan,” kata Kapolres, dikutib dari Radarsilampari.com.

Ditambah Kapolres, Barang Bukti (BB) yang diamankan, uang tunai pecahan Rp100 ribu sebanyak Rp3,6 juta.

“Baru 18 orang korban yang didatangi dan dimintai uang Rp200 Ribu oleh kedua tersangka,” tutup Kapolres Musi Rawas.

Dugaan Pemotongan Uang Dana BLT di Kota Baubau

Terkuaknya dugaan pemotongan uang dana BLT disikapi secara tegas dan cepat oleh Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH, yang langsung memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa para pihak, guna memastikan dugaan tindakan tidak terpuji oknum pegawai negeri yang tentu saja bila terbukti, sangat mencederai semangat falsafah POLIMA nilai nilai kearifan lokal negeri khalifatul khamis yang sekian tahun terus digaungkan pemerintahan yang dipimpin AS Tamrin.

Di Kota Baubau sendiri dalam beberapa hari ini dihebohkan dengan dugaan pemotongan uang dana BLT 10 Kepala Keluarga (KK) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terjadi di Kelurahan Sukanaeyo Kecamatan Kokalukuna. Masing-masing KPM diduga dipotong Rp300 ribu dari total Rp600 ribu yang seharusnya diterima masing-masing KPM.

AS Tamrin memastikan, bila dari hasil pemeriksaan, terbukti, Ia akan menindak tegas biang, pelaku, dengan memberikan sangsi tegas, sesuai peraturan perundang-undangan.

Kasamea.com tengah mengkonfirmasi ke pihak Polres Baubau, namun belum mendapat jawaban, guna memastikan, apakah dugaan pemotongan uang dana BLT di Kota Baubau ini juga akan diproses secara hukum atau tidak, ataukah belum bisa diproses secara hukum, seperti yang terjadi di Musi Rawas.

Bila terbukti dugaan pemotongan uang dana BLT tersebut, diduga merupakan tindak pidana korupsi (pemerasan), sesuai yang diatur dalam Pasal 12 huruf e Undang-Undang (UU) nomor 31 tahun 1999 jo. UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi. Bahwa dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200juta dan paling banyak Rp 1Milyar pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau sengaja menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya.

Unsur-unsur dalam pasal ini, yakni: 1. pegawai negeri sipil atau penyelenggara negara, 2. dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, 3. secara melawan hukum, 4. memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dan pemotongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya, 5. menyelenggarakan kekuasaan.

(Sumber: Radarsilampari.com)

[RED]

Komentar

News Feed