oleh

Rencana Wisatawan Mancanegara di Bau-Bau, BEM Unidayan Ancam Boikot Pelabuhan

BAU-BAU

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (BEM Unidayan) mengancam akan melakukan boikot pelabuhan, khususnya pelabuhan yang akan dijadikan tempat bersandar Kapal atau Perahu yang ditumpangi para wisatawan mancanegara, yang dijadwalkan akan tiba di Kota Bau-Bau 18 Maret 2020. Pemboikotan Pelabuhan ini, bila Pemerintah Kota Bau-Bau belum memastikan langkah konkrit mitigasi atau antisipasi atau pencegahan terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19), sebelum para wisatawan asal beberapa negara tersebut tiba dan menetap selama beberapa hari di Kota Bau-Bau.

Ini ditegaskan Ketua BEM Unidayan, Dalman, mengingat keselamatan serta kesehatan masyarakat Kota Bau-Bau. Dalman menekankan, keselamatan, kesehatan masyarakat tak sebanding dengan in come yang dapat dihasilkan dari kunjungan para wisatawan tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bau-Bau tidak bisa serta merta menerima kehadiran para wisatawan, tanpa terlebih dahulu memastikan kepada seluruh masyarakat, tentang kesiapan Pemerintah Kota Bau-Bau, dalam mencegah masuknya atau menyebarnya virus mematikan Covid-19 di Negeri Khalifatul Khamis.

Lanjut, Dalman menjelaskan, Corona adalah salah satu jenis penyakit yang ditakutkan akan mengancam populasi dunia. Bagaimana tidak, kata dia, pekan ini, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia bertambah 27 kasus, menjadi 96 pasien, delapan diantaranya meninggal dunia, dan lima pasien dinyatakan sembuh. Sedangkan di seluruh dunia, angka infeksi Covid-19 mencapai 147.960 kasus di 149 negara.

Ia menambahkan, menurut organisasi kesehatan dunia WHO, virus Corona sudah menjangkit secara global, hal tersebut ditanggapi sangat serius oleh beberapa negara, salah satunya Arab Saudi, yang kemudian langsung menerapkan sistem satu pintu untuk akses keluar lewat Bandara, dengan memproteksi akses masuk.

“Hal ini harus dipikirkan oleh pemerintah kota Bau-Bau yang dimana pada tanggal 18 Maret akan kedatangan kunjungan kapal pesiar dunia. Sebaiknya pemerintah terlebih dahulu menyiapkan pola antisipasi virus Corona di pelabuhan kota Bau-Bau, sebelum kedatangan tamu wisatawan tersebut. Mengingat Bau-Bau adalah kota dagang dan jasa yang strategis, sehingga rentan menjadi pintu masuk penyebaran virus Corona,” tuturnya, saat menghubungi redaksi Kasamea.com, Sabtu (14/3/20) malam.

Aktivis Mahasiswa vocal ini kembali memastikan, bahwa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, bila Pemerintah Kota tetap memaksakan keadaan, dengan tidak mengedepankan prinsip keselamatan masyarakat, maka pihaknya (BEM dan Mahasiswa Unidayan, red), akan bersama masyarakat melakukan boikot Pelabuhan.

“Demi keselamatan masyarakat kota Bau-Bau, kedatangan wisatawan ini harus betul betul diantisipasi, terutama untuk kepala Dinas Pariwisata, agar tidak menggampangkan sesuatu,” pungkasnya.

[RED]

Komentar

News Feed