oleh

Rugi 2Milyar, PDAM Wakatobi Kerja Apa?

WAKATOBI

Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wakatobi terkesan buruk. BUMD yang dipimpin Subardin Bau ini menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Amandemen Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Wakatobi Tahun Anggaran 2018, Senin (8/7).

Terungkap, berdasarkan hasil audit BPK RI, PDAM Wakatobi mengalami kerugian Milyaran rupiah.

Anggota DPRD Wakatobi La Moane Sabara menyayangkan kerugian PDAM Wakatobi. Dikatakan Politisi Partai Demokrat ini, 2017 PDAM Wakatobi merugi Rp 1 Miliyar lebih. Berlanjut 2018, kerugian meningkat hingga Rp 2 Miliyar lebih.

Kata La Moane Sabara, biaya operasional PDAM Wakatobi terhitung cukup besar.

Saat melakukan kunjungan kerja, Ia juga menemukan kejanggalan yang terjadi di PDAM Wakatobi. Seperti, adanya pelanggan yang enggan membayar iuran, disebabkan kurang mendapatkan air bersih.

Disambung Wakil Ketua 1 Fraksi PAN, H India. Selain di Wangi-wangi, di Kecamatan Binongko juga sudah dua tahun terakhir masyarakat tidak membayar iuran air.

“Kerugian terbesar itu di pulau binongko. Karena beberapa Desa di Binongko tidak membayar rekening (iuran air, red), sudah berapa tahun ini. Karena pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat,” tegasnya.

Hadir dalam rapat kala itu, Asisten I Setda H Kamalu, serta Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Wakatobi.

Hasil pemeriksaan BPK RI merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kinerja aparatur Pemerintah. Bupati Wakatobi dalam hal ini perlu mengevaluasi secara serius kinerja PDAM Wakatobi sebagai salah satu instansi pelayanan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan akan air bersih.

Sebab air adalah kebutuhan pokok yang seharusnya menjadi perhatian penuh Pemerintah Kabupaten Wakatobi.

[MG – editor LAMIM]

Komentar

News Feed