Sensus Ekonomi 2026 di Baubau Resmi Dicanangkan
Pemerintah Kota Baubau bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), yang dirangkaikan dengan Apel Siaga Petugas Sensus. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pendataan ekonomi secara serentak yang akan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 untuk menghasilkan data akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi daerah.
Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, mengatakan, Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Tahun ini, pemerintah melalui BPS melakukan pendataan ekonomi secara menyeluruh terhadap rumah tangga dan pelaku usaha.
“Sejak Mei hingga Agustus 2026, masyarakat akan didata secara door to door dalam rangkaian Sensus Ekonomi. Ini merupakan general check up terhadap kondisi ekonomi secara menyeluruh, baik usaha yang terlihat secara fisik maupun yang beraktivitas secara online,” ujarnya, saat pencanangan, di halaman kantor BPS Kota Baubau, Jumat 12 Juni 2026.

Menurut Sekda, data yang dihasilkan dari sensus akan membantu pemerintah memotret struktur ekonomi Kota Baubau secara lebih rinci, termasuk kontribusi masing-masing sektor terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai, hasil sensus sangat penting untuk mendorong penguatan sektor sekunder dan tersier yang selama ini masih perlu ditingkatkan.
“Ekonomi Kota Baubau masih cukup bergantung pada sektor primer. Karena itu, diperlukan penguatan sektor industri manufaktur dan jasa agar mampu menciptakan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Kepada para petugas sensus, Sekda berpesan agar senantiasa menjaga profesionalisme, integritas, dan nama baik institusi selama bertugas. Selain itu, petugas juga diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam berinteraksi dengan masyarakat.
“Kalian adalah ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Di pundak saudara-saudara sekalian, akurasi data ekonomi Kota Baubau dipertaruhkan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga kesehatan, keselamatan kerja, dan kekompakan selama berada di lapangan,” pesannya.
Pemerintah Kota Baubau optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berjalan lancar berkat dukungan seluruh pihak. Data yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pihak, saya optimistis Sensus Ekonomi 2026 di Kota Baubau akan sukses dan menghasilkan data berkualitas sebagai dasar pembangunan daerah ke depan. Dengan data akurat kita melangkah menuju Kota Baubau yang maju dan sejahtera,” tutup Sekda.
BPS Kerahkan Petugas ke Delapan Kecamatan
Sementara itu, Kepala BPS Kota Baubau, Musdin, menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan pilar utama pemetaan ekonomi nasional, setelah satu dekade, sejak pelaksanaan SE2016. Untuk menjangkau seluruh wilayah Kota Baubau yang terdiri dari delapan kecamatan dan 43 kelurahan, BPS telah melakukan rekrutmen serta menyiapkan petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara langsung.
“Sensus Ekonomi bertujuan mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian. Data ini akan menjadi landasan penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta evaluasi ekonomi secara makro maupun mikro,” ungkapnya.
Kepala BPS menambahkan, data SE2026 juga akan memberikan gambaran mengenai karakteristik usaha yang berkembang di Kota Baubau. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan UMKM, menarik investasi yang tepat sasaran, mendukung transformasi ekonomi digital, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembaruan data sosial ekonomi yang lebih akurat.
Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, hingga perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Kepala BPS mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat agar menerima petugas sensus dengan baik, serta memberikan informasi yang benar dan jujur. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pendataan tidak dipungut biaya dan kerahasiaan data responden dijamin oleh negara.
“Keterbukaan masyarakat menjadi kunci akurasi data. Kami tegaskan bahwa seluruh proses Sensus Ekonomi 2026 gratis, dan kerahasiaan data individu maupun pelaku usaha dilindungi sepenuhnya oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik,” tegasnya.















Komentar