oleh

Video Pasien Suspect Corona di RSUD Bau-Bau Tersebar, BEM Unidayan Angkat Bicara

BAU-BAU

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (BEM Unidayan) menyayangkan, dilakukannya perekaman, hingga tersebarluasnya video pasien yang mendapat perawatan / diperiksa kondisi kesehatannya, dan disebut suspect Corona. Video ini diduga direkam di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bau-Bau.

Perekaman hingga tersebarluasnya video tersebut, diduga justru menimbulkan keresahan masyarakat Kota Bau-Bau, sebab dikaitkan dengan kondisi kesehatan pasien, yang disebut-sebut suspect atau diduga ada gejala terjangkit Corona (Covid19).

BEM Unidayan menilai, perekaman video pasien diduga dilakukan secara sengaja oleh oknum internal RS Palagimata. BEM Unidayan lantas menduga, perekaman hingga terlebarluasnya video tersebut melanggar kode etik profesi Dokter, juga diduga menyalahi standar operasional prosedur (SOP) pelayanan rumah sakit, pemeriksaan / perawatan terhadap pasien.

Presiden Mahasiswa BEM Unidayan, Dalman, melalui Menteri Kesehatan BEM Unidayan, Astina Dola, menegaskan, perlu dilakukan pengusutan, pengungkapan, oleh pihak-pihak berkompeten / pihak-pihak berwenang, atas penanganan pasien, perekaman video pasien, yang diduga terjadi pada, Minggu (8/3/20) malam, hingga video tersebut tersebarluas.

Astina meminta, agar ada sanksi tegas terhadap terduga pelaku perekaman hingga tersebarluasnya video tersebut, sesuai Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, bila nantinya yang bersangkutan terbukti bersalah.

BEM Unidayan mengimbau kepada seluruh pihak, agar tidak panik dalam menghadapi kasus Covid19, terutama dalam menyerap pemberitaan atau informasi yang belum pasti kebenarannya, untuk mengantisipasi publik emergency, yang berimbas pada masyarakat. WHO belum mengumumkan secara resmi, tentang obat atau vaksin yang spesifik dapat menyembuhkan kasus Covid19. Namun, seperti halnya virus, Covid19 akan berangsur menurun dengan meningkatkan daya tahan tubuh, dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.

Kembali pada pemberitaan penemuan pasien suspect Corona di RS Palagimata yang masih hangat, kata Mahasiswi berjilbab ini, seharusnya pihak RS tidak bertindak seenaknya, diduga membuat / merekam hingga tersebarluas video pasien yang tengah terbaring sakit, dan diperiksa oleh seorang Dokter. Menurutnya, tugas tenaga kesehatan seharusnya memberikan edukasi, pemahaman kesiapsiagaan kepada masyarakat dalam menghadapi kasus Corona, bila terjadi penularan, suspect, atau positif Corona.

“Bukankah seorang dokter atau perawat tidak punya hak secara langsung merekam atau menyebarluaskan video kondisi pasien?, atau merekam video pada saat pemeriksaan kondisi kesehatan pasien?. Yang terjadi di RS Palagimata, justru diduga video sengaja direkam oleh oknum internal RS Palagimata sendiri, yang nampak akrab dengan oknum dokter dalam video tersebut. Oleh karena itu, kami minta ini diusut, agar menjadi pembelajaran bersama,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang digelar di aula kantor Dinas Kesehatan Kota Bau-Bau, pihak RS Palagimata menanggapi terjadinya perekaman hingga tersebarluasnya video pasien tersebut. Kata sang Direktur, dr Nuraini Djawa, pihaknya belum mencari tahu perihal perekaman hingga tersebarluasnya video tersebut. Ia berdalih, bahwa saat itu, di ruang IGD RS Palagimata banyak orang, tak hanya dokter atau perawat, namun, ada pula orang selain dokter atau perawat.

“Inikan kejadiannya di UGD, kita tau sendirikan di UGD itu bukan hanya perawat, bukan hanya dokter, ada keluarga pasien, kemudian kan pengantar pasien juga ada, jadi kami belum telusuri, kita fokus pada pasien. Siapa yang mengambil gambar dan mengaplod. Inikan dunia teknologi, masing-masing bebas, jadi kami belum telusuri sampai begitu. Saya kira jangan dijadikan dasar yang itu, saya kira yang dijadikan dasar adalah apa yang kami konfirmasi disini,” jelas dr Nuraini Djawa.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Palagimata, dr Lukman meminta agar permasalahan video tersebut tidak dipertajam. Tetapi, lebih fokus pada penanganan pasien sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kalau dari saya mungkin jangan pertajam kesitu ya, mungkin pertajam saja pada bagaimana pasien tertalaksanai sesuai SOPnya, karenakan awalnya pasien ini juga tidak disangka. Kebetulan saya malam itu visit, dan dilaporkan. Ketika saya memeriksa, orang begitu banyak berseliweran, saya bilang ini harus dikosongin, jadi kita lakukan langkah-langkah pencegahan. Jadi menurut saya kita jangan pertajam, karenakan keingintahuan orang ini besar, kita juga tidak bisa meredam keingintahuan orang dijaman teknologi ini. Saya kira begitu dari saya,” kata dr Lukman.

Sebelumnya, tersebar di media sosial, sebuah rekaman video, seorang yang diduga oknum dokter, bersiap untuk memasuki sebuah ruangan. Oknum dokter tersebut mengenakan masker, penutup kepala, juga pakaian medis. Oknum dokter masuk ke dalam sebuah ruangan, dan dalam ruangan tersebut terbaring seorang pasien disebuah tempat tidur. Pasien mengenakan masker, dan terlihat ada tiang infus, juga tabung oksigen. Oknum dokter menanyakan kondisi kesehatan pasien, yang dijawab pelan oleh pasien.

Dalam video ini juga terdengar suara sang perekam video, yang seolah sedang melakukan siaran langsung, dan berada tepat dibelakang oknum dokter.

“Saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan pada pasien curiga saspek covid19,” demikian suara perekam video tersebut, sambil terus merekam video oknum dokter saat memeriksa kondisi pasien.

Selain video yang tersebar, ada pula foto yang mirip dengan isi video, seorang dokter tengah memeriksa kondisi kesehatan pasien suspect Corona. Diduga foto ini adalah hasil screenshoot video yang sama.

[RED]

Komentar

News Feed