oleh

Wakil Wali Kota Bau-Bau Berharap Pangan Lokal Jadi Pola Hidup Masyarakat

BAU-BAU

Wakil Wali Kota Bau-Bau, La Ode Ahmad Monianse menghadiri Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), sekaligus Festival Pangan Lokal B2SA tingkat Kota Bau-Bau di Gedung Maedani, Kamis 5 Maret 2020.

Kegiatan yang diprakarsai TP PKK Kota Bau-Bau, bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bau-Bau ini, juga turut dihadiri Ketua DPRD Kota Bau-Bau, unsur Forkopimda Kota Bau-Bau, Wakil Ketua TP PKK Kota Bau-Bau, serta perwakilan tiap-tiap OPD Kota Bau-Bau.

Dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bau-Bau, Wakil Wali Kota Bau-Bau, La Ode Ahmad Monianse dalam sambutannya menjelaskan, pangan adalah sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah. Diperuntukkan bagi konsumsi manusia termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan untuk proses pembuatan makanan atau minuman.

“Pola konsumsi yang dikembangkan harus beragam, bergizi dan seimbang agar dapat hidup sehat aktif dan produktif. Nah, pangan B2SA adalah keanekaragaman bahan pangan, baik karbohidrat, protein, maupun vitamin dan mineral, yang bila dikonsumsi dalam jumlah yang berimbang, dapat memberikan kecukupan gizi yang dibutuhkan, dan aman bagi tubuh,” kata Monianse.

Selanjutnya, Monianse mengucapkan terimakasih, dan sangat mengapresiasi langkah TP PKK dan Dinas Ketahanan Pangan, yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mempromosikan, dan mengembangkan pangan lokal melalui kegiatan lomba dan festival.

Ia menilai, pelaksanaan lomba pangan lokal ini adalah suatu cara promosi atau peningkatan pengetahuan kreatif kepada masyarakat, untuk mengembangkan komoditas pangan lokal, seperti umbi-umbian, jagung, pisang dan lain-lain, yang ada di Kota Bau-Bau. Sehingga, pangan lokal bisa bernilai komersial, dan memajukan pangan di Kota Bau-Bau.

Dalam kesempatan ini, Wakil Wali Kota Baubau juga memberikan beberapa penegasan terkait ketahanan pangan. Kata dia, pada 2035 mendatang Indonesia akan mendpatkan bonus demografi, yang artinya penduduk produktif akan mendapatkan porsi terbesar.

Menurutnya, bila penduduk produktif ini bisa bekerja dengan baik sesuai dengan keahliannya, maka pasti Indonesia akan mencapai cita-citanya ditahun itu. Paling tidak, kata Monianse, di tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara terkuat, dan maju, sebagaimana Jepang dan Korea, yang telah mengalami bonus demografi di tahun 90-an, dan mendapatkan keemasannya ditahun 2000-an, sampai hari ini.

“Tanggung jawab bonus demografi 2035 adalah tanggung jawab kita yang hadir ini karena yang akan menjadi peserta bonus demografi adalah anak-anak kita. Bila anak-anak kita tidak bisa dipersiapkan dengan asupan gizi yang baik maka saya kira kita akan ikut berkontribusi untuk menghancurkan negeri ini,” katanya.

Olehnya, saat ini pemerintah, dari tingkat pusat sampai daerah, memiliki komitmen yang sama untuk bersama mengamankan pangan. Terdapat beberapa hal yang diperhatikan, mulai produksi dan kesediaan pangan, aspek distribusi, hingga aspek konsumsi.

“Mudah-mudahan kegiatan kita ini menjadi alternatif pangan, sehingga ketergantungan pada pangan beras dan pangan luar menjadi lebih kecil. Sehingga ketahanan pangan daerah akan semakin bak. Saya juga mengajak agar pangan lokal ini dijadikan pola hidup bagi masyarakat kita,” pintanya.

[RED]

Komentar

News Feed