oleh

Waspada, Hujan dan Angin Kencang

Kasamea.com

Baubau – Musim hujan, dan angin kencang berpotensi mengakibatkan bencana alam.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau masyarakat untuk waspada.

Kepala BPBD Baubau La Ode Muslimin Hibali menyebutkan, sedikitnya ada lima hal yang harus diwaspadai, kerap terjadi dimusim penghujan, dan angin kencang. Yakni pohon tumbang, banjir, yang terkadang bersamaan. Gelombang tinggi, tanah longsor, juga puting beliung.

“Warga masyarakat Kota Baubau, juga yang akan berkunjung kiranya perlu waspada dengan potensi-potensi bencana tadi. Terutama yang lewat darat harus waspada, karena ada beberapa wilayah di Baubau yang kadang-kadang tanahnya longsor. Dan juga biasanya bersamaan dengan pohon tumbang,” kata La Ode Muslimin. 

Menurut La Ode Muslimin, titik yang berpotensi longsor di sekitar Air Jatuh Tirta Rimba Kelurahan Waruruma Kecamatan Kokalukuna. Kondisi tanah tebingnya labil. 

Di KM 10 Kelurahan Kadolokatapi, dan Waborobo juga ada titik rawan longsor. Di Kelurahan Wangkanapi, rawan longsor karena pengerukan tebing oleh pemilik lahan. Sehingga BPBD Baubau mengimbau kepada warga yang bermukim di sekitar titik rawan longsor agar waspada.

Ia pun membeberkan titik berpotensi terjadi banjir di wilayah Kelurahan Liabuku, Waliabuku, Tampuna, dan wilayah Kelurahan Ngkaring-Ngkari.

BPBD Baubau tak tinggal diam. Mengantisipasi terjadinya banjir, membangun perpanjangan pengaman sungai sepanjang kurang lebih 100 meter di Kelurahan Ngkaring-Ngkari dan Liabuku, mencegah air tidak meluap ke sawah, juga permukiman warga. 

“Kami sudah mengantisipasi potensi banjir, tapi belum memadai. Kami sudah mendapatkan anggaran dari pusat untuk pembangunan perpanjangan pengaman pantai. Ada yang pemasangan bronjong dan ada pemasangan batu,” kata La Ode Muslimin. 

Gelombang air laut terjadi di beberapa wilayah pesisir. Bahkan hantaman ombak merusak dermaga di Bone-bone, dan tempat pelelangan ikan.

Pihaknya mengimbau pengguna transportasi laut agar berhati-hati. Bila tak memungkinkan untuk berlayar, sebaiknya menunda keberangkatannya.

La Ode Muslimin menambahkan,personel tim evakuasi, dan armada BPBD Baubau yang ada telah disiapkan, dalam menangani terjadinya bencana.

[RED]

Komentar

News Feed