oleh

Wow… Tujuh Korban Perdagangan Orang Lintas Provinsi, Polres Baubau Amankan Manajer Kafe

Akp Reda Irfanda SH Sik

Kasamea.com Baubau

Kepolisian Resort (Polres) Baubau mengamankan seorang Manajer salah satu tempat hiburan malam (THM) Kafe di Jalan Poros Lakeba. Menyusul terungkapnya dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lintas provinsi, Sulawesi Utara (Sulut) Manado – Sulawesi Tenggara (Sultra) Baubau, Bandung Jawa Barat – Sultra Baubau.

Polres Baubau sigap langsung menjemput ketujuh korban di Kafe tempat korban dipekerjakan sebagai Karyawati Pemandu Lagu tersebut. Diantara korban ada seorang remaja puteri berumur 16 tahun. Dan enam korban perempuan dewasa lainnya, berumur diatas 16 tahun sampai 27 tahun.

Kapolres Baubau AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari melalui Kasat Reskrim AKP Reda Irfanda SH SIK mengungkapkan, Polres Baubau masih melakukan penyelidikan, bekerjasama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, untuk proses lebih lanjut.

Kata Kasat Reskrim, seluruh korban human trafficking akan dipulangkan ke daerah masing-masing.

“Tiga korban dari Manado akan dibawa (dipulangkan ke Manado, red) oleh penyidik dari Polda Sulut. Empat korban asal Bandung rencananya akan dipulangkan Polres Baubau bekerja sama dengan Dinas Sosial Baubau, Satgas Perlindungan Perempuan Baubau,” ungkap Reda, Jumat (12/2/21).

Kasatreskrim menambahkan, untuk penetapan Tersangka menjadi kewenangan Polda Sulut. Bila terbukti bersalah, pelaku dapat dijerat Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU TPPO).

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pedagangan Orang mengatur: Bab II Tindak Pidana Perdagangan Orang
Pasal 2
(1) Setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan,
penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan
seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan
kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan,
Penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan
utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun
memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali
atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut
di wilayah negara Republik Indonesia, dipidana dengan pidana
penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima
belas) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling
banyak Rp600.000.000 (enam ratus juta rupiah).

Menyinggung tentang adanya dugaan eksploitasi anak, atau eksploitasi perempuan, Kasatreskrim menegaskan, perlu pembuktian lagi untuk itu.

[RED]

Komentar

News Feed