oleh

Satpol PP “Loyo” Tegakkan Perda THM, APDKB Minta Evaluasi Kinerja

Jasmin

Kasamea.com Baubau

Maraknya dugaan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Kota Baubau Nomor 2 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan tempat hiburan malam (THM) dinilai sebagai bentuk lemahnya kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Pasalnya, diduga hampir setiap malam, THM, khususnya Kafe yang menyiapkan minuman beralkohol dan Karyawati Pemandu Lagu yang ada di Kota Baubau, didapati masih beroperasi diluar jam yang telah ditentukan.

Adalah Aliansi Pemuda Demokrasi Kota Baubau (APDKB) yang menilai Sat Pol PP belum maksimal menjalankan tupoksi penegakkan Perda dimaksud.

Ketua APDKB, Jasmin meminta dengan segala hormat kepada Wali Kota Baubau, melalui Baperjakat, Sekretaris Daerah, untuk mengevaluasi kinerja Kepala Sat Pol PP, serta pejabat yang membidangi penegakkan Perda.

Terlebih lagi, di Kafe cenderung mengabaikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid 19, padahal saat ini Pemerintah tengah gencar melawan virus mematikan ini. Aspek penegakkan Perda dan protokol kesehatan menjadi sangat penting untuk diterapkan ditengah pandemi, bencana nasional covid 19 ini.

“Kami menyangsikan ketegasan instansi penegak Perda terhadap THM pelanggar Perda. Mereka ini terkesan tajam kebawah tapi tumpul keatas. Kami juga meminta Pimpinan Daerah ini untuk mengevaluasi kinerja pemilik tupoksi penegak Perda,” tegas Jasmin.

Diduga pula, ada seorang ASN menjabat Kepala Seksi di Sat Pol PP, inisial N, yang merangkap bekerja di Kafe Beladona. Yang disinyalir memiliki posisi strategis, kerap terlihat mengkoordinir di Kafe yang populer dan ramai dikunjungi para pejabat daerah wilayah Kepton, juga pengusaha ini. Kondisi ini disinyalir berpotensi pada terjadinya konflik off interested, tebang pilih dalam implementasi tupoksi, sebab hubungan sesama mereka rekan kerja di Sat Pol PP.

Dugaan pelanggaran Perda Nomor 2 Tahun 2017 mencuat setelah terjadinya keributan antara Karyawati pemandu lagu dengan tamu pengunjung Kafe Beladona yang terletak di Jalan Poros Lakeba. Bahkan terjadi dugaan penganiayaan terhadap Karyawati Pemandu Lagu, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut di Polres Baubau, namun berujung pada perdamaian kedua belah pihak.

Rentang waktu terjadinya keributan, dan dugaan penganiayaan Karyawati Pemandu Lagu di Kafe Beladona terjadi sekitar Pukul 03.00 Wita – Pukul 04.00 Wita, Rabu (10/2/21) dinihari. Ini berdasarkan pengakuan korban, juga tamu pengunjung, saat dikonfirmasi di Polres Baubau.

[RED]

Komentar

News Feed