Kasamea.com, Baubau
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Baubau menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Baubau ke- 480, dan hari jadi ke-20 tahun Kota Baubau sebagai daerah otonom
Minggu 17 Oktober 2021, rapat dipimpin langsung Ketua DPRD H Zahari, dihadiri Wali Kota H AS Tamrin, di kantor DPRD Baubau, Jalan Poros Palagimata (simpang lima, bukit parlemen). Hadir pula Wakil Wali Kota La Ode Ahmad Monianse, Forkopimda, beserta para Kepala OPD, yang seluruhnya kompak mengenakan pakaian adat Buton.
Zahari mengungkapkan, Baubau menginjak usianya ke- 480 tahun, yang bertitik pijak pada pelantikan Sultan Buton pertama Sultan Murhum Qaimuddin, tahun 1541 Masehi. Sekaligus menandai periode peradaban Kesultanan di negeri Wolio-Butuni.
“Dalam dimensi sebagai bagian integral NKRI, Baubau juga memasuki usianya yang ke 20 tahun, sejak terbentuk sebagai daerah otonom, berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2001, yang ditetapkan tanggal 17 Oktober 2001 lalu,” kata Zahari.
Ketua DPD Golkar Baubau ini menguraikan, kinerja DPRD dalam tahun sidang 2020-2021, meskipun sepanjang tahun kedua masa bakti 2019-2024 ini diselimuti pandemi, tetap berupaya bekerja secara efektif dan produktif sebagai mitra sejajar Pemerintah Kota Baubau, yang objektif, kritis dan konstruktif.
“Kinerja DPRD pada dasarnya adalah berbicara tentang memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat, yang diekspresikan melalui tiga fungsi utama, yakni fungsi pembentukan peraturan daerah, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah, lanjut Zahari, DPRD dan Pemerintah Kota Baubau telah menyepakati Program Pembentukan Perda Tahun 2021 sejumlah 19 buah Rancangan Perda prioritas, dan tiga buah Rancangan Perda program kumulatif terbuka.
DPRD Kota Baubau bersama-sama Pemerintah Kota Baubau telah menyelesaikan pembahasan terhadap lima rancangan Perda, yakni rancangan Perda tentang revisi RPJMD Kota Baubau Tahun 2018-2023, dan rancangan Perda perubahan organisasi perangkat daerah.
“Tiga rancangan Perda lainnya terkait dengan siklus anggaran.
Pelaksanaan fungsi pembentukan Perda tidak hanya dihitung dari banyaknya jumlah Perda yang ditetapkan, tetapi juga bagaimana tahapan prosedural formal dijalani secara konsisten dan berkualitas,” tutur Zahari.
Terkait hal tersebut, kata Ketua Orari Lokal Baubau ini, hingga saat ini, terdapat dua Rancangan Perda yang masih dalam proses pembicaraan tingkat I, dan terdapat tiga Rancangan Perda masih dalam proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Sultra. Serta satu Rancangan Perda tidak dilanjutkan pembahasannya karena bukan kewenangan Pemerintah Kota.
Selain itu, DPRD Baubau juga telah menghasilkan Rancangan Perda tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra dan Aksara Wolio sebagai usul prakarsa atau inisiatif DPRD, dan tengah dipersiapkan Naskah Akademik Rancangan Perda terkait Cagar Budaya Kota Baubau, dan terkait Pemeliharaan Kelestarian Pakaian Adat dan Ritual Budaya Wolio Butuni Kesultanan Buton.
Zahari menambahkan, pada pelaksanaan fungsi anggaran, DPRD bersama Pemerintah Kota Baubau, telah menyelesaikan pembahasan dan menyetujui APBD Tahun Anggaran 2021.
Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020, dan perubahan APBD Tahun Anggaran 2021. Menurut Zahari, pada pelaksanaan fungsi ini, DPRD juga telah melakukan pembahasan terhadap realisasi anggaran semester pertama, tahun anggaran 2021, dan prognosis enam bulan berikutnya.
Fungsi budgeting sepanjang tahun 2021 diarahkan untuk mengatasi pandemi dan dampak yang ditimbulkan. Merawat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, serta membiayai agenda pembangunan ditahun ketiga RPJMD 2018-2023. Hal tersebut tercermin dalam program kegiatan pada APBD induk dan perubahan APBD tahun anggaran 2021.
“Tentunya masih banyak hal yang perlu kita sempurnakan dalam proses pembangunan. Kami dari DPRD Kota Baubau akan terus mensupport pemerintah dalam hal tersebut,” ungkapnya.
Sebagai pimpinan, Zahari mewakili anggota DPRD Baubau, mengungkapkan, rasa bangga dan terimakasih, serta apresiasi setinggi-tingginya Kepada Wali Kota dan Wakil Walikota serta jajaran perangkat daerah. Khususnya unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah(Forkopimda) Baubau, dan segenap komponen stakeholder dan komunitas. Serta seluruh warga masyarakat Baubau pada umumnya, atas segala karya nyata dan kolaborasi merangkai pembangunan kota yang berkelanjutan.
[Red]









Komentar