oleh

“AS Tamrin Tokoh Pendidikan”

Dr H AS Tamrin MH (pencetus PO-5, dalam karyanya: Pengaruh Inplementasi Kebijaksanaan Nilai-Nilai Budaya Sarapatanguna dan Kepemimpinan Pemerintahan Terhadap Pembangunan di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara

Kasamea.com Baubau

Bukan hal yang berlebihan bila apresiasi sebagai Tokoh Pendidikan disematkan bagi Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin MH, atas prakarsa, karyanya, melawan semakin tergerusnya nilai-nilai moral, akhlak generasi Bangsa, khususnya di Kota Baubau, Negeri tercinta yang dipimpinnya. Yang dilakukan AS Tamrin selama ini nampak jelas terlihat, terdengar, bahkan dirasakan khalayak, melalui PO-5, sebagai manifestasi dari Sara Pataanguna (Falsafah Buton) yang dijunjung tinggi oleh masyarakat wilayah eks Kesultanan Buton.

AS Tamrin terus berupaya melakukan perbaikan, demi terwujudnya Kota Baubau yang Maju, Sejahtera, dan Berbudaya.

Baca juga⬆

Apresiasi atas prakarsa, karya AS Tamrin ini diungkapkan secara terbuka pertama kali oleh Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, saat menyampaikan kata sambutan dalam acara penutupan Lomba Keagamaan dalam rangka Wisuda Santri XIV Tahun 2021 di ruang Auditorium kantor Wali Kota Baubau, Senin (15/3).

La Ode Ahmad Monianse memandang perlu pemberian Anugerah kepada AS Tamrin sebagai Tokoh Pendidikan.

Baca juga ⬆

Menurutnya, Anugerah tersebut sangat pantas diberikan kepada Wali Kota Baubau sebagai putera terbaik daerah. Meski diperhadapkan dengan berbagai macam hujatan dan pertentangan, AS Tamrin terus menggemakan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam PO-5, demi memperbaiki moral dan meningkatkan karakter generasi penerus Bangsa.

“Saya ingin menggugah hati para penyelenggara pendidikan serta para akademisi yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Budaya, agar pada tanggal 2 Mei nanti ada penganugerahan kepada bapak Wali Kota kita, bapak Dr HAS Tamrin MH, sebagai Tokoh Pendidikan di Kota Baubau. Saya kira tanggal 2 Mei merupakan momen yang tepat untuk penganugerahan ini,” kata Monianse.

Baca juga ⬆

Menurut Monianse, pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting pada abad 21. Ditengah sibuknya para penyelenggara pendidikan dalam menyiapkan pendidikan abad 21, AS Tamrin telah mencanangkan PO-5 sebagai instrumen untuk penguatan karakter.

Kata mantan anggota DPRD Kota Baubau ini, dewasa ini nilai-nilai moral semakin tergerus oleh perkembangan zaman. Untuk itu Ia sangat berharap, agar hal tersebut dapat ditangkap oleh para insan pendidikan. Sehingga pemberian Anugerah tersebut menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional di Kota Baubau pada 2 Mei mendatang.

Monianse juga meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, agar dapat mewujudkan Penganugerahan AS Tamrin sebagai Tokoh Pendidikan.

“Saya yakin beliau tidak mungkin meminta ini kepada kita. Namun sebagai orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya, maka sangat pantas bagi kita untuk memberikan penghargaan ini. Dimana beliau telah berjasa mengangkat nilai-nilai luhur budaya Sara Pataanguna yang telah dijunjung tinggi oleh masyarakat Buton sejak dulu, yang dielaborasi menjadi PO-5,” pungkasnya.

Monianse menambahkan, tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda dimasa yang akan datang akan lebih berat lagi. Untuk itu, selaku Pemerintah, dan khususnya para guru, akan menghadapi tantangan yang lebih berat dalam membentuk karakter anak-anak didik. Sehingga dibutuhkan sebuah upaya yang lebih dari sekedar apa yang dilakukan oleh guru-guru sebelumnya.

“Tantangan pendidikan di abad 21 ini akan lebih berat, untuk itu anak-anak kita harus memiliki Karakter, Kompetensi, dan Literasi. Apabila ketiga dimensi ini kita tidak bisa tanamkan dalam jiwa anak-anak kita, maka di masa yang akan datang kita akan menjadi Bangsa yang kala. Maka tiga hal harus dimiliki oleh anak-anak kita untuk menghadapi tantangan zamannya”, tambahnya.

Namun demikian, Monianse sangat optimis, dengan penerapan nilai-nilai luhur PO-5 dalam kehidupan sehari-hari, maka tantangan tersebut akan mampu dihadapi oleh generasi muda. Selain itu, dengan penerapan nilai-nilai PO-5, aspek karakter yang menjadi inti pendidikan diharapkan dapat terwujud, sehingga moral generasi muda tidak akan mudah tergerus oleh pengaruh budaya luar.

“Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan bapak Wali Kota akan menjadi pemicu awal akan lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan dalam menggali nilai-nilai budaya yang ada di Negeri ini. Sehingga dapat menjadi sebuah karya yang sekaligus menjadi pedoman dalam kehidupan sosial bermasyarakat bagi generasi berikutnya,” harap Monianse.

[Red]

Komentar

News Feed