oleh

Gema PO-5 Jaga NKRI Dalam Apel Kebangsaan

Kasamea.com BAUBAU

Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH tak hentinya menggemakan implementasi PO-5 dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam Apel Kebangsaan, Wali Kota yang memimpin periode kedua ini kembali menekankan pentingnya implementasi falsafah Buton tersebut dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Apel Kebangsaan digelar Pemerintah Kota Baubau bersama TNI / Polri di Baruga Keraton Buton, Sabtu 12 Desember 2020.

AS Tamrin memimpin Apel Kebangsaan, menegaskan, di seluruh wilayah eks Kesultanan Buton, khususnya di Kota Baubau, tetap memegang teguh falsafah hidup dalam menjalin, merekatkan tali silaturahmi, persatuan dan kesatuan antar sesama. Falsafah PO-5: Po Ma-masiaka (saling menyayangi), Po Pia-piara (saling menjaga), Po Mae-maeaka (saling melindungi), Po Angka-angkataka (saling tolong menolong, Po Binci-binciki kuli (saling tenggang rasa antar sesama).

“Ini adalah falsafah orang tua kita dahulu untuk menjaga persatuan dan kesatuan antara sesama,” ungkap AS Tamrin.

Mantan pejabat negara Badan Pertanahan Nasional (BPN) ini mengungkapkan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, dengan wilayah yang sangat luas, terdiri dari puluhan ribu pulau yang didiami oleh suku, bangsa, agama dan kepercayaan, dan adat istiadat kebudayaan, maupun kondisi geografis yang berbeda-beda.

Sebagai negara yang lahir lewat perjuangan merebut Kemerdekaan, maka sebagai warga negara yang baik, senantiasa seluruh warga negara, khususnya di Kota Baubau, diharapkan untuk bisa mencermati isu-isu strategis yang ada di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Dalam menata bangsa, lanjut Alumni LEMHANAS ini, butuh konsep yang tepat untuk mengantisipasi segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang berpotensi mengganggu kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Dalam rangka penguatan karakter bangsa, lanjut AS Tamrin, memerlukan suatu gerakan nasional revolusi mental yang bertujuan untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia dan melaksanakan revolusi mental yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong. Untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

Kata AS Tamrin, melalui Apel Kebangsaan, mengingatkan kembali apa yang seharusnya dilakukan untuk masa depan bangsa dan negara.

“Bahwa kalaupun kita betul-betul berbeda-beda, maka kiranya perbedaan itu bukanlah menjadi rintangan kita untuk bersatu. Kita mempunyai falsafah PO-5 maupun nilai luhur lainnya, yang merupakan warisan nenek moyang kita. Itulah yang harus kita pegang teguh agar kita tidak mudah terpecah belah,” kata AS Tamrin.

Apel Kebangsaan digelar dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Hadir Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari SIk, Perwakilan Kodim 1413/Buton Letda Inf. La Doa, Wakil Ketua DPRD Kota Baubau La Ode Nasiru, Ketua Pengadilan Negeri Baubau Budiansyah, Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama, serta Forum Jomunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Baubau, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

[RED]

Komentar

News Feed