Baubau
Pemerintah Kota Baubau melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Rabu (18/02/26), di aula Kantor Walikota Baubau.
Forum ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah, secara partisipatif dan transparan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Walikota Baubau, Yusran Fahim menegaskan bahwa penyusunan RKPD bukan sekadar agenda administratif tahunan. Menurutnya, dokumen RKPD 2027 merupakan pedoman strategis yang akan menentukan prioritas kebijakan pembangunan daerah.
Walikota menekankan pentingnya forum konsultasi publik, sebagai ruang dialog untuk memastikan arah pembangunan sejalan dengan aspirasi masyarakat, serta sinkron dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Walikota menyampaikan, fokus utama Pemerintah Kota Baubau tahun 2027 adalah pengembangan inovasi pembangunan yang progresif, namun tetap berakar pada kearifan lokal. Komitmen tersebut diterjemahkan dalam enam pilar utama sebagai motor penggerak program prioritas daerah.
Pilar pertama adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui stimulus guna mendorong kemandirian ekonomi warga.
Pilar kedua dan ketiga mencakup peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan melalui jaminan akses layanan dasar yang bermutu, serta pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif, dengan mengangkat potensi lokal ke tingkat yang lebih luas.
“Pemerintah daerah menilai kedua sektor ini menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” katanya, saat menyampaikan pidato sambutan.
Walikota melanjutkan, pilar keempat sampai pilar keenam meliputi penguatan infrastruktur dasar perkotaan, untuk menunjang mobilitas dan kenyamanan warga, reformasi tata kelola pemerintahan yang efisien dan akuntabel, serta pengembangan layanan publik berbasis teknologi informasi melalui digitalisasi sistem pelayanan.
“Dengan semangat gotong royong, mari kita jadikan Baubau kota yang inovatif dan berdaya saing tanpa melupakan nilai-nilai budaya kita,” ajaknya.
Forum konsultasi publik kali ini turut menghadirkan sejumlah pakar dan pejabat teknis untuk memberikan pendalaman materi. Dr Sunaryo Mulyo MT memaparkan urgensi penataan tata ruang kota yang terintegrasi. Dr La Ode Abdul Munafi mengulas strategi pemajuan kebudayaan daerah.
Kemudian Yulia Widiarti ST MSi selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), membahas optimalisasi pengelolaan keuangan daerah agar tetap akuntabel, dan Kepala Bapperida, Moh Abduh SST MSi, turut mempresentasikan Rancangan Awal RKPD 2027 sebagai kerangka teknis pembangunan.
Sebagai bentuk komitmen bersama, forum diakhiri dengan penandatanganan berita acara oleh Walikota, Ketua DPRD, Kepala Bapperida, serta perwakilan akademisi dari unsur rektor perguruan tinggi.
Penandatanganan tersebut menandai kesepahaman seluruh pihak untuk mengawal arah pembangunan Kota Baubau tahun 2027, agar berjalan sesuai prinsip partisipatif, inovatif, dan akuntabel.
(Redaksi)









Komentar