Kasamea.com BAUBAU
Satgas Covid 19 Kota Baubau gencar melakukan sosialisasi ‘ubah perilaku’ ditengah masyarakat.
Sosialisasi ini program Satgas Covid 19 turun langsung ke masyarakat, gencar memberikan pemahaman, pengetahuan tentang berprilaku dalam menghadapi fase new normal, melawan stigma, peran Pemerintah dalam mengatasi pandemi bencana nasional, dan tentang covid 19 itu sendiri.
Sebagai pembicara dalam hal ini, Satgas Covid 19 Baubau menunjuk akademisi, Jubir Satgas / Direktur RSUD baubau, juga beberapa Doktor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali, mengatakan, tiga materi diatas dianggap penting untuk disampaikan langsung kepada masyarakat. Melalui perwakilan dari masing-masing Kelurahan (unsur kantor Kelurahan dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama).
Pemerintah dalam rangka menghadapi fase new normal, kata Muslimin, juga perlu menyosialisaikan, agar masyarakat memahami kehidupan yang baru. Bahwa kehidupan yang baru berbeda dengan kehidupan sebelum pandemi covid 19 melanda negeri.
“Orang menggunakan masker, membawa hand sanityzer sendiri, menjaga jarak. Berpola hidup sehat, pulang dari luar langsung mandi. Seperti inilah gambaran fase hidup baru,” jelas Muslimin.
BPBD Kota Baubau sendiri dilibatkan, dengan membawakan materi menyongsong kehidupan baru, yang dinamakan new normal.
Muslimin mengimbau, masyarakat sudah harus bisa menerima pola kehidupan baru ditengah kehidupannya, dan juga sudah harus menerima keberadaan pasien covid 19 yang ada di lingkungannya. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Kemudian, lanjut mantan Camat Wolio ini, masyarakat harus bisa menerima keadaan, bahwa sekarang ini berada dalam kehidupan yang baru. Mau tidak mau, dalam kehidupan new normal, masyarakat bisa hidup berdampingan dengan covid 19.
“Kita berdamai hidup ditengah pandemi covid 19, dan jangan lupa perketat protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” terang Muslimin, ditemui usai sosialisasi, di salah satu Kecamatan.
Muslimin menambahkan, sejak Februari 2020 sampai saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyemprotan disinfektan. Melayani permintaan masyarakat khususnya di rumah-rumah Ibadah,
“Penyemprotan masih terus dilakukan, justru kami kewalahan, permintaan masjid-masjid yang banyak, rumah-rumah ibadah. Ada yang minta setiap dua hari disemprot,” kata mantan Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Baubau ini.
Memaksimalkan pelayanan penyemprotan tersebut, BPBD Kota Baubau menambah lima orang personil, dengan membagi dua Tim Penyemprotan. Tujuh orang melakukan penyemprotan pagi hari, dan tujuh orang sore hari. Setiap hari, selama tujuh hari penuh.
Tak hanya rumah-rumah Ibadah, penyemprotan juga difokuskna pada ruang publik, dan sekolah sekolah. Tim penyemprot pun tetap dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, seperti masker, dan kos tangan.
Muslimin menilai, ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi pandemi covid 19. Menjalani fase new normal, masyarakat menginginkan lingkungan mereka steril, dengan meminta disemprot disinfektan.
[RED]









Komentar