oleh

Dinkes Baubau Perkuat “Germas” Dalam Upaya Melawan Covid 19

Kasamea.com BAUBAU

Dinas Kesehatan Kota Baubau menggelar pendampingan teknis Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Sebuah gerakan membudayakan pola hidup sehat, di tujuh Kecamatan, dengan melibatkan para tokoh masyarakat, yang akan menjadi perpanjangan tangan dalam menyosialisasikan, memperkuat Germas ditengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Wahyu, mengungkapkan, pendampingan teknis ini juga adalah bagian dari upaya melawan covid 19. Diharapkan, dapat memacu dan memotivasi kader kesehatan, tokoh masyarakat, Lurah dan ketua RT / RW, agar bersama Ibu-Ibu PKK, menggalakkan, menggerakkan warga masyarakat, untuk senantiasa membudayakan hidup sehat.

Pasca pendampingan teknis, masyarakat diharapkan dapat menegakkan tujuh pilar Germas, menjaga aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, membersihkan lingkungan, serta pemakaian jamban keluarga.

Wahyu menjelaskan, hidup sehat tidak sekedar agar masyarakat hidup normal dan sehat, tetapi juga dapat mencegah berbagai penyakit. Termasuk covid 19, terlebih ditengah pandemi seperti saat sekarang ini.

Dalam kesempatan itu pula, dihadapan para peserta, Wahyu menyinggung adanya beberapa isu hoax yang perlu dinetralisir. Yakni isu hoax yang tersebar luas, bahwa ada upaya meng- covid- kan orang yang sedang sakit. Ia memastikan
isu ini sangat tidak benar, dan beresiko mempengaruhi atau merusak kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam upaya memutus rantai covid 19.

Wahyu menjelaskan, Pemerintah atau Satuan Tugas covid 19, yang sebelumnya Gugus Tugas tidak meng- covid- kan orang, apalagi orang yang sedang sakit. Semua yang dinyatakan positif adalah yang sudah diambil sample swab tenggorokannya, dan langsung dikirim ke Laboratorium di Kendari.

Wahyu melanjutkan, di Kendari, hasil swab diumumkan oleh Satgas Provinsi, untuk seluruh Kabupaten / Kota, dan dirilis, serta Suratnya ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Kemudian, disebarkan ke Kabupaten / Kota.

“Di Kendari diumumkan jam 5 sore, baru kita merilis jam 7 malam. Itu artinya tidak memungkinkan setiap Kaupaten / Kota meng- covid- kan orang yang tidak positif, menjadi positif. Karena pemeriksaannya di Laboratorium Kendari, dan diumumkan hasil Laboratoriumnya di Kendari,” tegas Wahyu, dalam pendampingan teknis, disalah satu Kecamatan beberapa waktu lalu.

Menurut Wahyu, Satgas Covid 19 Kabupaten / Kota, maupun Satgas Covid 19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak akan berkompromi, mengada-ada atau merekayasa hasil pemeriksaan Laboratorium.

Lebih lanjut Wahyu menegaskan, pasien yang meninggal, tidak berarti bahwa memiliki keuntungan finansial bagi Satgas. Karena, Satgas atau Pemerintah Daerah tidak menganggarkan untuk penanganan kematian pasien covid 19.

“Kecuali hanya untuk menggali kubur dan untuk pembelian peti. Diluar itu tidak ada, biaya honor atau yang sifatnya berupa keuntungan finansial,” jelas Wahyu.

[RED]

Komentar

News Feed