oleh

BPK Soroti Stabilitas Harga dan Stok Kebutuhan Pokok

kasamea.com BAU-BAU

Wacana yang bergulir tentang karantina wilayah atau penutupan sementara Bandara dan Pelabuhan, penghentian sementara aktivitas penerbangan, juga pelayaran antar pulau, termasuk kapal PT Pelni, diduga dimanfaatkan oknum-oknum penimbun kebutuhan pokok. Dugaan penimbunan ini disinyalir menjadi pemicu tidak stabilnya harga kebutuhan pokok yang dijual para pedagang, baik di pasar, maupun di toko khusus pedagang kebutuhan pokok.

Barisan Pemuda Kepton (BPK) menemukan, dugaan ketidaksamarataan bahkan cenderung naiknya harga kebutuhan pokok dikarenakan terbatasnya, dan sulitnya mendapatkan stok sejumlah kebutuhan pokok.

Ketua BPK, Bambang, mengungkapkan, pihaknya melakukan krocek lapangan. Berdasarkan pengakuan oknum pedagang, para pedagang mengalami kesulitan mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok. Ini kata Bambang, juga disebabkan, wacana karantina wilayah atau umumnya disebut lock down.

“Diduga muncul kepanikan warga dengan adanya wacana karantina wilayah. Para pengusaha mengaku kehabisan stok sembako dikarenakan sudah diborong oleh pembeli., untuk mengantisipasi keterbatasan kebutuhan pokok,” sebutnya.

Pemuda yang berkader di GMNI ini, juga membeberkan, terkonfirmasi di lapangan, bahkan seorang pedagang sembako inisial MN, berpendapat, bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini, sudah sesuai dengan hukum ekonomi, atau prinsip dagang, bila stok suatu barang terbatas, maka harga barang tersebut pun pasti naik, hingga dua kali lipat.

Bambang, mantan Komandan Resimen Mahasiswa Satuan 243 Pasopati, mendorong agar Pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Bau-Bau, melakukan langkah konkrit, dan tegas, untuk mengantisipasi kelangkaan stok kebutuhan pokok. Menurutnya, Pemerintah harus bisa memastikan ketersediaan pangan untuk beberapa bulan kedepan, dengan harga terjangkau. Apalagi kata dia, dengan diberlakukannya social distancing.

“Bagi masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan tetap tentunya akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, kebutuhan hidup keluarganya,” katanya.

BPK juga meminta Pemerintah Kota Bau-Bau memastikan ketersediaan Beras di Gudang Bulog.

“Wali Kota Bau-Bau harus tegas memberikan sanksi pada oknum oknum tertentu yg menyalahgunakan beras milik negara, yang diduga melakukan penimbunan. Dan Wali Kota Bau-Bau seharusnya berkoordinasi dengan Kepala Bulog Bau-Bau untuk memberikan sanksi kepada para mitra usaha rumah pangan kita (RPK), yang menjual beras diatas harga yang telah ditetapkan,” tegas Bambang.

Bambang menambahkan, Bulog sebaiknya menjalankan fungsinya sebagai penyeimbang pasar, dan memastikan kepada seluruh warga Kota Bau-Bau tidak akan kehabisan stok beras, agar tidak terjadi kepanikan.

“Semoga Bau-Bau terhindar dari penyakit mematikan ini, 0 positif covid 19. Dan Sultra bisa bebas, pasien suspect atau PDP segera sembuh, dan Indonesia terbebas dari bayang-bayang pandemi ini,” ucapnya, saat menyambangi ruang redaksi kasamea.com Senin (30/3/20) pagi ini.

[RED]

Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed