Bulog Mulai Salurkan Bantuan Pangan, Walikota Baubau Tegas ke Lurah dan Camat
Baubau
Perum Bulog Cabang Baubau resmi memulai penyaluran bantuan pangan beras alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 kepada 14.850 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Baubau. Sebanyak 445,5 ton beras disalurkan sekaligus (one shot) sebagai bagian dari program pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan, sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya harga kebutuhan sehari-hari.

Launching penyaluran bantuan pangan berlangsung di Kota Baubau pada Selasa (18/8/2026). Kota Baubau menjadi daerah pertama dalam wilayah kerja Bulog Cabang Baubau, sebelum penyaluran dilanjutkan ke empat kabupaten lainnya yang berada dalam cakupan pelayanan Bulog.
Pada penyaluran kali ini, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 30 kilogram beras, yang merupakan akumulasi bantuan selama tiga bulan. Bantuan diberikan dalam tiga kemasan masing-masing 10 kilogram, sehingga memudahkan distribusi sekaligus menjaga kualitas beras yang diterima masyarakat.

Bulog: Bantuan Diharapkan Ringankan Beban Masyarakat
Kepala Bulog Cabang Baubau, Ritno, mengatakan penyaluran bantuan pangan menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi meningkatnya kebutuhan hidup, sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
“Hari ini kami memulai penyaluran di Kota Baubau kepada sekitar 14.850 penerima manfaat dengan total 445 ton lebih untuk tiga bulan alokasi. Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras sekaligus. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, terlebih pada momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ritno.
Menurut Ritno, selain membantu masyarakat, program bantuan pangan juga menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras. Penyaluran dilakukan secara serentak agar daya beli masyarakat tetap terjaga, dan tekanan terhadap harga beras di pasar dapat diminimalkan.
“Bantuan pangan ini juga menjadi salah satu sarana stabilisasi harga beras, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.

Ritno menjelaskan, data penerima manfaat bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah diverifikasi pemerintah pusat. Bulog hanya bertugas menyalurkan sesuai daftar penerima yang telah ditetapkan, sehingga tidak memiliki kewenangan mengubah data penerima manfaat.
Ia menegaskan penggantian penerima hanya dapat dilakukan sesuai petunjuk teknis yang berlaku, agar penyaluran tetap tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bulog menerapkan prinsip penyaluran yang mengedepankan ketepatan sasaran, jumlah, waktu, dan kualitas. Seluruh proses distribusi dilakukan sesuai standar operasional guna memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
Untuk menjaga mutu bantuan, Bulog melakukan pengemasan ulang dari karung curah 50 kilogram menjadi kemasan 10 kilogram, sebelum disalurkan kepada masyarakat. Beras yang dibagikan merupakan beras medium dengan kualitas yang sama seperti beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Ritno mengakui proses distribusi menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses menuju wilayah penyaluran, keterbatasan waktu pelaksanaan, hingga kesiapan penerima manfaat yang tidak selalu dapat hadir saat jadwal pembagian berlangsung, karena sakit atau sedang bekerja.
Meski demikian, Bulog berkomitmen menyelesaikan penyaluran sesuai jadwal agar seluruh keluarga penerima manfaat memperoleh haknya.

Walikota: Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, Tertib, Transparan, dan Akuntabel
Wali Kota Baubau H Yusran Fahim menyebut penyaluran bantuan pangan beras merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat, sekaligus menjadi hadiah istimewa pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Sebanyak 14.850 kepala keluarga akan menerima bantuan beras 30 kilogram untuk tiga bulan alokasi dengan total 445,5 ton. Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah, dan menjadi kado terindah pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Yusran Fahim.
Yusran meminta kepada seluruh pihak yang terlibat memastikan penyaluran berlangsung tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tertib, transparan, dan akuntabel. Ia juga memberikan instruksi tegas kepada camat serta lurah agar aktif melakukan pengawasan dan koordinasi di wilayah masing-masing.
“Pastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal,” tegasnya.
Pemerintah Kota Baubau memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan Bulog dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang berdampak langsung kepada warga.















Komentar