Catatan Penting Dipenghujung STQH XII Baubau

Baubau

Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse menutup STQH XII tingkat Kota Baubau Tahun 2023 dengan sejumlah catatan penting, yang bisa dijadikan bahan kajian dalam mengefektifkan program pengembangan dan pembinaan.

Ketua LPTQ Kota Baubau ini menguraikan, bahwa:

LPTQ tidak dapat bekerja sendiri. Tentu dibutuhkan kerja sama dengan pemerintah daerah, Baznas, Pondok Pesantren, Pondok Tahfizh, dan Yayasan Alqur’an. Untuk itu Monianse mengajak semua elemen untuk bersinergi, bekerjasama dengan penuh keikhlasan.

“Untuk menjadikan Kota Baubau sebagai Kota Qori Qoriah, Hafiz Hafizah, Mufasir mufasirah, Muhadits Muhaditsah,” semangatnya.

Sudah saatnya lembaga lembaga Alqur’an yang ada di Kota Baubau menciptakan kader kader Qur’ani, yang ada disetiap lembaga Alqur’an.

Untuk program pembinaan dan pengembangan, pemerintah daerah telah merubah cakupan kegiatan, dari pembinaan Markaz Tilawah berbasis Masjid Besar Kecamatan, menjadi pembinaan Markaz MTQ yang berbasis Pondok Pesantren, Pondok Tahfizh, dan Yayasan Alqur’an.

“Hal itu memudahkan setiap kecamatan dalam mencari peserta lomba. Itulah langkah terbaru bagi kami, semoga pembinaan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Penutupan STQH dirangkaikan dengan pengumuman juara lomba, dan penyerahan cendera mata oleh Wali Kota Baubau, dan Kepala Kementerian Agama Kota Baubau, di aula kantor Wali Kota Baubau, Sabtu (18/3/23).

Dihadiri Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Baubau, Forkompimda, Plh Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, Ketua Organisasi Wanita, para Staf Ahli, Asisten, Kabag Setda Kota Baubau.

Hadir pula para Kepala OPD, Camat dan Lurah, KUA dan Ketua Kafilah masing masing Kecamatan, Dewan Hakim dan Pantera, seluruh peserta STQH bersama pendamping, serta para tamu undangan.

Dalam pidato sambutannya, Monianse mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas segala dukungan dan partisipasi semua pihak, dalam menyukseskan perhelatan STQH XII tingkat Kota Baubau tahun ini. Terkhusus ucapan terima kasih kepada Panitia, yang telah bekerja sejak pagi, siang, sore hingga malam hari. Juga para dewan hakim yang menyeleksi peserta lomba, untuk dijadikan Duta Kota Baubau pada STQH tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Begitu pula kepada para Camat, KUA, dan Lurah yang senantiasa mendampingi dan memfasilitasi semua peserta selama perlombaan, sehingga dapat tampil dengan baik.

Ditempat yang sama Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Baubau H Mansur SPd MA menyampaikan bahwa melalui STQH ini diharapkan harus mampu menjadi inspirasi dalam membangun nilai-nilai kerukunan, toleransi, dan keharmonisan. Sekaligus solusi dari berbagai persoalan aktual umat di Kota Baubau.

Ia juga berharap, generasi muda yang terlibat dalam kegiatan ini akan semakin memiliki pemahaman yang benar tentang isi dan kandungan Alqur’an. Bagi yang mendapatkan juara, agar dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi sebagai Duta Kota Baubau dalam STQH Sultra, dan bagi peserta yang belum mendapatkan prestasi, untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

“Sehingga STQH berikutnya dapat memperoleh prestasi yang lebih baik lagi,” spiritnya.

Mansur menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Kota Baubau, khususnya Wali Kota Baubau, yang dengan sungguh-sungguh telah berhasil menyelenggarakan STQH XII Tahun 2023. Keberhasilan ini akan menjadi langkah yang baik untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dalam membangun Kota Baubau dibidang Keagamaan.

“Untuk mewujudkan Kota Baubau yang Maju, Sejahtera, Berbudaya, Baldatun Toyibatun, Warabbun Ghafur,” ucapnya. (Redaksi)

Komentar

News Feed