oleh

Destinasi Unggulan, dan Komitmen Pemkab Buteng Tingkatkan Kepariwisataan

Buton Tengah

Sangat jelas terlihat keseriusan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dalam meningkatkan Kepariwisatan. Meskipun masih terbilang daerah yang baru lahir, 2014 lalu, namun komitmen sang Bupati Samahudin SE cukup agresif memoles berbagai potensi, terus berinovasi, sehingga Kepariwisataan Buteng terus bertumbuh, semakin kuat karakternya.

Samahuddin tentu tak bisa sendiri mewujudkan, merealisasikan visi misinya, khususnya dibidang Kepariwisataan, Ia membutuhkan tangan-tangan dingin nan kreatif. Yang mampu menjabarkan, gagasan-gagasan besar, konsep Kepariwisataan sesuai dengan karakteristik Buteng.

Adalah Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Tengah (Dispar Buteng) Safrin ST Par, bersama para “pasukannya” di Dispar Buteng, yang solid bekerjasama, sehingga, perlahan namun pasti, Kepariwisataan Buteng kini menunjukan peningkatan. Dispar Buteng mampu berkolaborasi dengan para pegiat Pariwisata, alhasil nama Buteng semakin populer, tak hanya skala Nasional, tetapi juga di mancanegara, dengan salah satu wisata unggulannya Cave Dive (penyelaman gua).

Berikut penjelasan Safrin tentang Kepariwisataan Buteng, dalam wawancara singkat dengan Vonizz.com.

Vonizz.com: apa saja agenda Kepariwisataan Buteng tahun 2019 ini?

Safrin: pada tahun 2019 ini, sesuai arahan Kebijakan Rencana Strategis Dispar Buteng (Renstra), dan sebagai tindak lanjut dari RPJMD Buteng 2017-2022, kita fokus pada Pengembangan Destinasi Pariwisata Buteng. Seperti pembangunan sarana dan prasarana Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Mutiara, karena sebelumnya telah dimulai pembangunannya melalui anggaran yang bersumber dari DAK fisik Pariwisata.

Sehingga kami berkomitmen bersama Kementerian Pariwisata RI untuk menuntaskan satu DTW, baru kemudian pindah ke DTW lain yang strategis.

Untuk DTW Pantai dan Gua Maobu yang juga sudah kita mulai pembangunannya, tahun ini kita fokus pada finalisasi Master Plan dan DED, agar memiliki nilai bargaining position dalam keberlanjutan penganggarannya dari manapun sumbernya, termasuk keterpaduan dari semua Stakeholders Pariwisata.

DTW-DTW lain yang menjadi unggulan Buteng, kita fokus pada harmonisasi status lahan, dan penyatuan mindset konsep Pembangunan Kepariwisataan Berkelanjutan bersama pihak-pihak terkait, agar arah pembangunan DTW-DTW tersebut menyentuh harapan pemangku kepentinga, dan harapan Wisatawan pada umumnya.

Agenda lainnya yang tidak kalah strategis, adalah Pengembangan SDM Kepariwisataan, untuk industri dan masyarakat, serta penguatan kapasitas Komunitas pendukung Pariwisata, termasuk Kelompok-Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sudah kami bentuk sebelumnya di Desa-Desa, yang memiliki DTW di semua Kecamatan.

Tahun ini akan kita tambah lagi kuantitasnya. Berikutnya adalah tentu penguatan aspek Pengembangan Pemasaran Pariwisata Buteng, melalui penguatan pola strategi BAS Destination (Branding- memperkenalkan, Advertation-mengingatkan, dan Selling-menjual) di Kanal Digital Marketing, yang sudah kita bangun, dan akan dikembangkan terus, yakni VISIT BUTENG, baik dalam bentuk website, Instagram dan fanpage.

Masih dalam aspek Pemasaran, tahun ini juga kitaa memperkuat jejaring marketing dengan semua stakeholders, seperti asosiasi-asosiasi Kepariwisataan (ASITA, PHRI, HPI, dan GIPI), baik tingkat Provinsi maupun Nasional. Kemudian pemberdayaan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Buteng, serta konsolidasi kalender event daerah bersama semua pemangku adat dan Pemerintah Desa dan Kecamatan di Buteng.

Kemudian yang terakhir adalah Agenda Pengembangan Kelembagaan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif. Penyusunan Road Map Ekonomi Kreatif Buteng dan Pembinaan Komunitas dan Industri Kreatif, juga menjadi fokus agenda 2019. Dimana hal ini telah kami koordinasikan bersama Bekraf RI untuk bekerjasama dalam bentuk Workshop dan Kajian.

Vonizz.com: apa yang menjadi prioritas Pemerintah Daerah dalam pengembangan Pariwisata Buton Tengah ?

Safrin: arahnya pada 3 (tiga) Pilar sebagai faktor kunci kesuksesan pembangunan Pariwisata, yakni; Aksesbilitas, Amenitas dan Atraksi atau biasa disebut Faktor 3A. Hal ini sejalan dengan arah Kebijakan Bupati Buton Tengah dalam membangun Buteng 1 Tahun terakhir ini, yakni Sukses Infrastruktur Jalan dan Infrastruktur Fasilitas Umum sebagai komponen dari 3A tadi.

Kemudian akan dikembangkan dengan konektivitas Antar DTW dan Antar Destinasi dalam wilayah Kabupaten Buton Tengah, dan Antar Kabupaten/Kota tetangga, sebagai faktor pendukung Atraksi dan Destinasi Kepariwisataan Buton Tengah.

Hal ini didorong untuk mewujudkan visi Kepariwisataan Buteng, yakni menjadikan Buteng sebagai Destinasi Geowisata Adventure Bekelas Dunia Berbasis Lingkungan (ekowisata) dan Masyarakat.

Vonizz.com: obyek wisata alam dan obyek wisata budaya apa yg menjadi unggulan Buteng ?

Safrin: seperti yang saya jelaskan sebelumnya, dari visi Kepariwisataan Buteng, berarti berdasarkan Potensi yang kita miliki, serta kaya akan daya tarik, maka konsep Pariwisata Buteng adalah Pariwisata Gua, terkhusus adalah Cave Dive. Kemudian potensi lain sebagai komplementeri destination, termasuk Budaya.

Banyak keanekaragaman Budaya peninggalan Kerajaan dan Kesultanan Buton, ada diseluruh Kecamatan di Buteng, seperti Foma’a-Foma’a/Pekande-Kandea, Bongkaanatau, Kasampungkinino Napa, dan lain-lain.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dalam peningkatan Pariwisata tentu tak lepas dari konsekuensi anggaran yang harus disiapkan. Bagaimana dengan hal tersebut ?

Safrin: tentu iya, tetapi kemampuan anggaran bukan satu-satunya faktor penentu, terutama yang bersumber dari APBD. Banyak mekanisme penganggaran yang bisa kita tempuh, tentu dengan strategi komunikasi dan loby yang mumpuni.

Sumbernya banyak, bisa APBN murni, NGO-NGO Pendukung Pariwisata, Investor Pariwisata (Faktor Kunci Kemajuan Industri Pariwisata), Masyarakat (untuk berinvestasi di bisnis Pariwisata), kemudian APBDes (Dana Desa). Inilah yang saat ini banyak kita dorong, Desa-Desa membangun destinasi, dan hasilnya sangat bagus, kami dari Dinas Pariwisata Tinggal memback-up dari sisi pemberdayaan, Tata Kelola dan Pemasaran.

Berapa anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dalam fokus peningkatan Pariwisata pada tahun 2018 ?, dan saat ini ditahun 2019 ?

Safrin: untuk 2018 hanya Rp 6Milyar, dan untuk 2019 ini naik banyak menjadi Rp 10,1Miliyar. Inilah komitmen bapak Bupati Buton Tengah dalam membangun Pariwisata Buteng. Apresiasi ini pada kami juga, seiring dengan peningkatan perolehan DAK Bidang Pariwisata, baik fisik maupun non fisik, dimana pada tahun 2018 kami hanya mendapatkan Rp 1,5miliyar, sedangkan tahun 2019 ini sebesar Rp 3,6miliyar.

Untuk DAK fisik, dan DAK non fisik sebesar Rp 521juta, sehingga total DAK Pariwisata sebesar Rp 4,1miliyar.

Vonizz.com: diperuntukan apa saja anggaran tersebut ?

Safrin: masih tuntaskan pembangunan sarana-prasarana Pantai Mutiara sebagai program lanjutan. Kemudian untuk DAK non fisik dalam bentuk pelatihan, yakni pelatihan Tata Kelola Destinasi, Pelatihan Selam, Pelatihan Manajemen Hotel/Homestay/Restoran, dan satunya adalah Pelatihan Guide Budaya.

Vonizz.com: apakah sudah ada indikator peningkatan Pariwisata Buteng ?

Safrin: oh iya dong, walaupun Buteng Daerah Otonomi Baru, Region Branding-nya sudah mulai terbangun. Kepercayaan Pemerintah Pusat melaui Kemenpar, Kemenkeu dan Bappenas dalam perolehan DAK Bidang Pariwisata tahun ini meningkat tajam. Perolehan PAD tahun 2018 naik 100 %, walaupun nilainya masih kecil, kurang lebih Rp 30juta.

Memang masih banyak hambatan yang harus kami benahi, termasuk literasi terhadap pengunjung/wisatawan di DTW, khususnya Wisnus Lokal. Kemudian jumlah kunjungan wisatawan naik terus, untuk Wisman didominasi Diver Gua dari Singapore, Malaysia, Thailand, dan China.

Kemudian giat Desa dalam membangun destinasi Desa, serta giat Komunitas sudah mulai terbangun.

~ Vonizz report ~

Komentar

News Feed