oleh

Disaksikan Prof Jimly, AS Tamrin Paparkan Solusi Bidang Agraria

BAU-BAU

Wali Kota Bau-Bau Dr H AS Tamrin MH mendapat kehormatan membawakan materi pada kuliah umum dihadapan ratusan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton (UM. Buton). Disaksikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Profesor Dr Jimly Asshiddiqie SH MH, AS Tamrin memaparkan tentang “Mandat Konstitusi yang Tersandera Konflik Agraria, Menanti Solusi Terbentuknya Kementerian Koordinator Bidang Agraria”.

Salah satu diantara materi yang dijelaskannya, Alumni Lemhanas ini menyinggung Undang-Undang pokok Agraria, yang pada dasarnya merupakan tindak lanjut dari mandat konstitusi. Kata AS Tamrin, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, yang didedikasikan untuk sebesar-besarnya kemakmuran Rakyat. 

Akan tetapi menurut AS Tamrin, dalam realita kenyataannya dilapangan, malah yang terjadi justru sebaliknya. Yakni, sumber daya Agraria menjadi sumber konflik, dan objek sengketa sebagai akibat penanganan yang tidak koordinatif.

“Tidak ada sinkronisasi masing-masing lembaga/instansi yang mengemban amanat Undang-Undang tersebut, masing-masing terkesan berjalan sendiri-sendiri, secara merata memiliki kewenangan menurut Undang-Undangya masing-masing,” urainya.

Hal ini kata Wali Kota Bau-Bau dua periode ini, memunculkan ego sektoral antara Lembaga-Lembaga tersebut. Cenderung berubah konflik dan sengketa yang berkepanjangan.

Mencermati serta menyikapi terjadinya konflik Agraria, AS Tamrin berpendapat, bila saatnya dibentuk Lembaga atau Kementerian yang portofolio kewenangannya memayungi, mengakomodir beberapa Kementerian yang menangani tugas, bidang sumber daya Agraria.

“Konkritnya perlu dibentuk Kementerian Koordinator bidang Agraria dan Kemaritiman, sehingga tugas-tugas Kementerian yang diberi mandat mengelola sumber daya Agraria, dapat dikoordinasikan dan diintegrasikan secara terpadu. Sehingga tidak dapat terjadi ego sektoral,” urainya.

Dalam kesempatan ini pula, mantan Pejabat Negara Badan Pertanahan Negara (BPN) ini menitip pesan kepada Profesor Dr Jimly Asshiddiqie SH MH, mendukung salahsatu permintaan masyarakat Buton, agar kiranya Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo La Karambau dapat menjadi salahsatu Pahlawan Nasional asal Sulawesi Tenggara. (sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bau-Bau)

[RED]

Komentar

News Feed