oleh

Disepakati Umat Muslim di Baubau Dihimbau Sholat Idul Fitri di Rumah

-Baubau, Berita-1.574 views

kasamea.com BAU-BAU

Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah kota Baubau, dan kantor Kementerian Agama Baubau, menyepakati himbauan, agar umat muslim menunaikan sholat idul fitri di rumah masing-masing. Himbauan ini akan segera disosialisasikan, setelah disepakati dalam rapat bersama, Sabtu (15/5/20) sore, di Sekretariat Gugas Covid-19, Jalan Dayanu Ikhsanuddin jalur Bandara Betoambari.

Rapat dihadiri ketua MUI kota Baubau didampingi beberapa pengurus, kepala kantor Kementerian Agama Baubau didampingi jajaran, Sekretaris Daerah kota Baubau, selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Gugas covid-19) kota Baubau, Dr H Roni Muhtar MPd, bersama sejumlah jajaran tim Gugas Covid-19.

Usai rapat, Ketua Umum MUI kota Baubau, KH Abdul Rasyid Sabirin mengungkapkan, pihaknya menginisiasi rapat kali ini dengan agenda pertemuan MUI kota Baubau, dengan tim Gugas Covid-19, mengenai Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020, tentang penyelenggaraan sholat idul fitri, baik penyelenggaraan di lapangan, atau di masjid, atau di rumah.

Kata KH Abdul Rasyid Sabirin, untuk menentukan penyelenggaraan sholat idul fitri, apakah di masjid di lapangan, atau di rumah, maka, MUI kota Baubau berinisiasi bertemu Gugas Covid-19, menunjukkan sikap, sebagai bahan untuk masukan ke Pemerintah. Dalam rapat, pihaknya bersyukur, setelah mendapat penjelasan dari Gugas Covid-19, tentang penyebaran covid-19 di kota Baubau.

Kata dia, mungkin ada asumsi yang terpapar / terkonfirmasi positif covid-19 baru lima pasien. Akan tetapi, melihat kondisi kota Baubau sebagai daerah transit, daerah tidak mampu menutup akses masuk dari luar kota, baik melalui darat, laut, maupun udara. Sehingga, pihaknya menyadari akan pentingnya untuk menjaga nyawa seseorang, karena ini (sebaran Covid-19) dapat berakibat fatal.

Walaupun memang masih lima (positif covid-19), tetapi ternyata kita khawatir OTG (orang tanpa gejala) masih tetap meningkat. ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan) juga demikian. Sehingga, MUI kota Baubau memberikan saran, bahwa Fatwa Nomor 28 Tahun 2020, terdapat opsi untuk sholat idul fitri di lapangan, dan ada opsi sholat idul fitri di masjid, juga ada opsi untuk sholat idul fitri di rumah.

Maka MUI memberi himbauan agar sholat ied ditunaikan di rumah, untuk menghindari sebaran covid-19.

“Ini (himbauan sholat di rumah, red) yang menjadi kesimpulan dari pertemuan hari ini,” kata ketua MUI kota Baubau.

Kepala kantor Kementerian Agama Baubau, H Rahman Ngkaali SAg MPd menuturkan, pihaknya hadir dalam rapat, hanya untuk mendengarkan apa yang menjadi keputusan MUI dan Gugas Covid-19.

Kantor Kementerian Agama, kata dia, hendak memastikan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020, tentang panduan penyelenggaraan ibadah di bulan Ramadhan, termasuk penyelenggaraan sholat idul fitri 1441 H.

Intinya, dalam SE poin E nomor 8, bahwa pelaksanaan sholat idul fitri yang selama ini dilaksanakan di lapangan, secara berjamaah, ditiadakan. Karena itu, Kementerian Agama meminta, agar pada saat pelaksanaan sholat idul fitri, perlu ada Fatwa MUI.

“Telah kita ikuti rapat dengar pendapat antara MUI dan Gugas Covid-19, sebab pelaksanaan idul fitri tahun 2020 diminta pelaksanaannya di rumah saja,” ucapnya, saat diwawancara usai rapat.

Kementerian Agama, kata dia, saat ini berusaha menyiapkan secara teknis. Ia pun meminta kepada jajarannya, untuk menyiapkan panduan sholat idul fitri di rumah. Termasuk konsep khotbah singkat ketika sholat idul fitri.

“Kemenag sangat mengapresiasi hasil yang sudah disepakati, bahwa sholat ied tahun ini di rumah saja. Kami menghimbau kepada masyarakat, umat Islam yang ada di kota Baubau untuk mematuhi MUI termasuk SE Menteri Agama,” himbaunya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah, selaku Sekretaris Gugas Covid-19 kota Baubau, Roni Muhtar, mengatakan, kesepakatan dalam rapat tersebut, bahwa akan ada himbauan kepada masyarakat tentang pelaksanaan sholat idul fitri di rumah.

Seiring dengan adanya himbauan ini nantinya, kata Roni Muhtar, akan dibarengi dengan sosialisasi yang masif kepada masyarakat.

Lebih lanjut Roni Muhtar menuturkan, bahwa ibadah adalah hak individu, pemerintah dalam hal ini hanya dapat menyampaikan pengaturan. Untuk terwujudnya, kembali pada masing-masing individu.

“Kami hanya memberikan pemahaman. Jadi intinya hak individu, tetapi perlu diatur, dan disampaikan (dihimbau, red) kepada masyarakat,” kata Roni Muhtar.

[RED]

Komentar

News Feed