oleh

DLH Baubau Ajak Masyarakat Tukar Sampah Jadi Rupiah

BAU-BAU

Tahun 2020 ini, Dinas Lingkingan Hidup (DLH) Kota Bau-Bau efektif mengoperasikan Bank Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Poros Bau-Bau Pasarwajo (KM 5). Masyarakat diajak memilah sampah plastik juga dus dalam rumah tangga, dan ditukar menjadi rupiah.

Selain bernilai ekonomis bagi masyarakat, Bank Sampah juga bertujuan untuk menekan penumpukan sampah, yang setiap harinya bisa mencapai 80-100 Ton, dan harus ditanam di TPA.

Pengoperasian Bank Sampah ini, DLH melibatkan lebih 50 orang pekerja, bagian pemilahan, penimbangan, pencacahan, juga bagian administrasi. Memanfaatkan bangunan, serta peralatan pengolahan sampah yang sudah ada sebelumnya, namun belum maksimal terpakai.

“Alhamdulillah sudah terbentuk, dan sekarang mulai berjalan. Kita ajak masyarakat, yang sebelumnya hanya membuang sampah, sekarang bisa ditukar jadi uang. Dan kita bersama-sama menekan penumpukan sampah di TPA,” kata Kepala DLH Kota Bau-Bau, Muh Salim, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/2/20).

Salim menuturkan, Bank Sampah DLH menargetkan, seluruh Kepala Keluarga di Kota Bau-Bau memilah sampah plastik dan dus rumah tangga, dan menukarnya pada pengepul terdekat, bisa pula dijual atau diberikan secara ikhlas kepada pemulung. Bisa juga ditukar langsung di Bank Sampah, di TPA. Uang hasil penukaran sampah, bisa langsung diambil, dan bisa juga ditabung, per minggu atau per bulan. Tergantung nasabah.

Menurutnya, hingga saat ini sampah yang masuk di Bank Sampah semakin bertambah, sehingga, tak menutup kemungkinan, pekerja juga harus ditambah, agar bisa beroperasi dengan efektif.

“Sesuai himbauan Menteri LHK RI, pengepulan sampah disetiap Kelurahan, RT/RW, didukung dengan adanya Bank Sampah kecil, sehingga terjadi perputaran ekonomi. Bayangkan, bila masing-masing RT, atau masing-masing KK memilah sampah, dan dikumpulkan oleh pengepul di masing-masing Kelurahan, dan kemudian dibeli oleh Bank Sampah, tentu akan bernilai ekonomis sangat tinggi,” terangnya.

Ia berharap, Bank Sampah bisa terus berkembang, dan bisa meningkatkan kesejahteraan Keluarga. Selain itu, penumpukan sampah di Kota Bau-Bau juga dapat berkurang secara signifikan, baik di TPA, maupun di tempat-tempat sampah yang ada di lingkungan.

Salim menyebutkan, TPA yang ada, diperkirakan akan penuh dalam jangka waktu 5 tahun. Namun kondisinya, 2 tahun sudah penuh, karena volume sampah yang masuk begitu besar.

Pengelolaan Bank Sampah ini lanjut Salim, tidak sepenuhnya mengandalkan dana APBD, sebab masih kurangnya dana APBD dimaksud. Bank Sampah saat ini masih menggunakan fasilitas TPA yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal. Seperti bangunan, juga peralatan pencacah, dan timbangan.

Sampah yang dibeli, terkumpul di Bank Sampah, akan dikirim dan dijual ke Surabaya. Untuk sampah plastik dicuci dan dicacah, untuk sampah dus, langsung dipres.

“Semoga bisa berkembang, karena sangat membantu, kita bisa mereduksi sampah yang ada di Kota Bau-Bau, sehingga sampah yang masuk di TPA bisa ditekan sampai 50 ton per hari. Semua stekholder bisa memilah sampah, dan diuangkan di Bank Sampah, atau dijual ke pemulung, atau mau diberikan secara ikhlas. Bila ini bisa tercapai, insyaAllah Kota Bau-Bau akan lebih bersih kedepan,” semangatnya.

[RED]

Komentar

News Feed