dr Sadly Salman SpOG
Baubau
Dokter Sadly Salman SpOG berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Baubau. Selaku Direktur di Badan Layanan Umum Daerah tersebut, memberikan pelayanan prima untuk masyarakat, adalah officium nobile (pelayanan yang luhur) baginya.
Komitmen ini juga sejalan dengan jargon Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse “Pelayanan Tanpa Sekat”.
Sadly mengatakan, ia akan terus memacu diri dan jajarannya. Sebagai bagian dari pendukung pembangunan daerah dibidang pelayanan, yang tentunya juga harus sejalan dengan kesejahteraan tenaga pelayanan itu sendiri.
Sampai saat ini kata dia, RSUD Baubau sebagai BLUD, sudah mampu mengelola anggarannya sendiri dengan lebih baik. Jasa maupun gaji tenaga kesehatan, sudah langsung ditangani oleh RSUD Baubau sendiri,
Pembayaran jasa maupun gaji harus disesuaikan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki RSUD Baubau. Dengan cara, manajemen memangkas anggaran belanja rumah sakit.
“Pemangakasan dimaksud mengacu pada ketersediaan alat yang ada. Sehingga alat-alat yang masih bisa dan layak pakai, anggarannya yang kita hemat,” ujarnya.
Pihaknya juga, lanjut Sadly, membangun koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan DPRD, dalam hal peningkatan mutu pelayanan tersebut.
“Hari ini pun tenaga pelayanan kita baik itu perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya, sudah mulai mengalami peningkatan yang bagus. Indeks penilaiannya mengacu pada absensi dan dokumentasi asuhan pelayanan, yang sudah terlaksana dengan cukup baik,” ucap Dokter spesialis kandungan yang dikenal sangat ramah ini.
Seiring dengan peningkatan mutu pelayanan, Sadly berharap RSUD Baubau kedepannya bisa mengalami peningkatan pemasukan. Sehingga bisa mendongkrak pembangunan dan kemajuan pelayanan rumah sakit itu sendiri. Tak luput peningkatan kesejahteraan tenaga pelayanan RSUD Baubau.
“Khusus kedepannya juga, saya niat untuk membuka pelayanan NICU, PICU, dan ruang Hemodialisa,” pungkasnya.
Ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan intensif untuk bayi (sampai usia 28 hari) dan anak-anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital. Sedangkan Hemodialisa adalah suatu tindakan dimana darah pasien dibersihkan. (Redaksi)
Dokter Sadly Salman Terus Tingkatkan Mutu Pelayanan RSUD Baubau















Komentar