oleh

“HBA ke 60 dan Wajah Baru Kejaksaan Negeri Baubau”

kasamea.com BAU-BAU

Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke- 60 Tahun rupanya juga dijadikan sebagai momentum berbenah oleh Kepala Kejaksaan Negeri Baubau, Jaya Putera SH. Perlahan namun pasti, wajah kantor Kejaksaan Negeri Baubau kini nampak baru, dengan penerapan sistem pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), juga dengan tambahan sarana dan prasarananya.

Komitmen Jaya Putera terfokus pada perubahan ke arah yang lebih baik, tanpa henti. Dengan efisiensi penggunaan anggaran yang ada, dan tak lepas dari tujuan utama, yakni meningkatkan fungsi pelayanan Kejaksaan Negeri Baubau.

Ditemui di ruang konferensi pers kantor Kejaksaan Negeri Baubau, usai Bhakti Sosial penyerahan paket bantuan kebutuhan pokok kepada pensiunan Kejaksaan, staf / karyawan security, magang, Jaya Putra memastikan, Ia akan, dan terus mengintrospeksi kekurangan, segala hal, guna peningkatan sistem pelayanan di Kejaksaan Negeri Baubau.

Seperti diketahui, saat ini di kantor Kejaksaan Negeri Baubau telah melayani dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Sistem PTSP ini mewajibkan setiap tamu atau pihak yang hendak melapor/mengadukan, atau berurusan perkara hukum, melewati PTSP.

Jaya Putera menuturkan, pihaknya fokus pada zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK), mewujudkan wilayah birokrasi bebas melayani (WBBM). Memanfaatkan anggaran yang ada untuk meningkatkan mutu pelayanan, sarana prasarana.

“Jadi untuk memenuhi itu (WBK) dengan anggaran yang ada, kita gunakan dulu sarana dan prasarana yang mana yang perlu kita gunakan, disesuaikan dengan keadaan gedung kantor. Tujuannya membatasi area publik dan area kerja. Yang selama ini kalau tamu mau perlu sama pegawai atau jaksa, atau staf tata usaha, itu ketemunya di ruangan masing-masing. Sekarang ini kita batasi, dan kita tempatkanlah di ruang konsultasi, koordinasi, agar lebih tenang, nyaman, dan meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Jaya Putera.

Ia pun mencontohkan sistem pelayanan customer Bank – Bank, baik BUMN maupun swasta. Yang telah menerapkan sistem pelayanan dengan pembatasan ruang kerja, dan ruang pengunjung.

“Contohnya seperti pelayanan di Bank, kita kan hanya didepan semua. Itu yang bagus, kita akan kesana, terus semangat, sarana prasarana terus kita penuhi dengan anggaran yang ada,” ucapnya.

Kejaksaan Negeri Baubau juga telah dilengkapi pintu khusus. Mewajibkan seluruh tamu melewati PTSP, termasuk yang hendak memasukkan surat, undangan, juga berkas. Keperluan tamu juga harus dilaporkan pada petugas PTSP, yang kemudian akan ditindaklanjuti, diarahkan oleh petugas PTSP.

“Disini sudah ada pintu khusus yang tidak bisa menuju ke area kerja, itu sudah dipasang pintu finjer prin. Jadi semua tamu yang mau menemui atau mengirim surat atau membawa berkas, itu harus melalui PTSP. Terkait keperluan tamu, nanti akan diberitahu, petugas PTSP akan memberitahu yang bersangkutan, akan atau harus menemui siapa,” jelasnya.

Jaya Putera menegaskan, yang bisa masuk atau sampai ke kantor bagian belakang, hanyalah penyidik dan tahanan.
“Jadi hanya penyidik dan tahanan yang bisa sampai ke belakang, karena adanya sel tahanan waktu tahap dua. Yang lain (tamu atau pihak yang berurusan perkara hukum), hanya didepan,” katanya.

Untuk layanan tilang kendaraan di kantor Kejaksaan Negeri Baubau, juga telah disiapkan satu ruang khusus, dengan kursi antrian berjarak sesuai protokol kesehatan, pencegahan sebaran covid-19.

Tampak juga di area parkir, telah ada parkir khusus untuk tamu berkebutuhan khusus. Juga parkir khusus untuk kendaraan tamu perempuan.

[RED]

Komentar

News Feed