oleh

HMI Baubau Bergejolak? Sudarwin Suwu Vs La Ode Risky

Kasamea.com BAUBAU

“Kepengurusan HMI Cabang Baubau dimasa kepemimpinan La Ode Rizky telah lama kadaluarsa sebagai pengurus Cabang. Seperti tertera dalam AD/ART HMI bagian VI Pasal 27 ayat 3 ART HMI berbunyi: Masa jabatan pengurus Cabang adalah satu tahun terhitung sejak diterbitkan Surat Keputusan oleh Pengurus Besar,” urai Mardin, Koordinator HMI Komisariat Bersatu, menyuarakan sikap Front Komisariat HMI se Kota Baubau.

Front Komisariat HMI se Kota Baubau menganggap ironis yang kini terjadi dalam Kepengurusan era Ketua HMI Cabang Baubau, La Ode Risky. Sejak dilantik 2018 silam, sampai akhir 2020 ini, La Ode Risky belum juga menggelar Konferensi Cabang (Konfercab).

Hal ini memancing reaksi Front Komisariat HMI se Kota Baubau, yang kemudian mengambil langkah-langkah penyelamatan atas regenerasi dan kaderisasi Organisasi Kemahasiswaan Islam tertua di NKRI ini, di Negeri Khalifatul Khamis.

Front Komisariat HMI se Kota Baubau menilai, ada kesan pemotongan regenerasi / kaderisasi ditubuh HMI Baubau saat ini. Seyogianya, bila sudah menjelang tiga tahun demisioner masa Kepengurusan, maka sudah hampir tiga generasi pula, regenerasi / kaderisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Seharusnya masih ada budaya malu terhadap senior dan adik-adik HMI di Kota Baubau. Masa ada Ketua Cabang yang hampir sampai tiga tahun, sedangkan yang kami tau bahwa masa Kepengurusan HMI Cabang hanya satu tahun,” tegas Mardin.

Front Komisariat HMI Cabang Baubau menyayangkan, cerminan egoisme personal yang mendominasi HMI Cabang Baubau saat ini. Namun juga menimbulkan tanda tanya besar, apakah ada pihak yang hendak mengukir sejarah, menjadi Ketua Cabang seumur hidup.

Kata Mardin, salah satu alasan sehingga La Ode Risky Cs belum menggelar Konfercab, adalah adanya berita bohong, tentang Surat Edaran MPK PB HMI, yang melarang HMI Cabang Baubau menggelar Konfercab.

“Seperti yang dikatakan Ketua Cabang via Group Whatsapp HMI Cabang Baubau,” ungkap Mardin.

Mardin tidak percaya. Menurutnya, PB HMI tidak mungkin melarang setiap HMI Cabang se Indonesia untuk menggelar Konfercab, Apalagi jelas dalam AD/ART HMI, bahwa HMI adalah Organisasi Pengkaderan.

Pihak Mardin menduga, belum digelarnya Konfercab, karena ada pihak yang menanti momentum Kongres PB HMI. Ini juga sekaligus sangat disayangkan, sebab La Ode Risky sudah pernah mengikuti Kongres PB HMI (Periode Kepengurusan Ketua HMI Cabang Baubau, Ardin). Ketika itu La Ode Risky menjabat PAO HMI Cabang Baubau.

“Jadi menurut kami Komisariat se Kota Baubau, seharusnya saudara La Ode Risky legowo demi proses regenerasi serta kaderisasi dalam tubuh HMI Cabang Baubau. Jangan mementingkan ego personal yang kemudian berefek terhadap rusaknya pengkaderan di internal HMI Cabang Baubau,” ungkap Mardin.

Selain diduga melanggar ART HMI Pasal 27 ayat 3, Ketua HMI Cabang Baubau La Ode Risky juga diduga melanggar ART Pasal 28 ayat 3.

Mardin membeberkan, Sekretaris HMI Cabang Baubau sudah menjadi Sekretaris Desa di Kecamatan Batu Atas. Selain itu, Pengurus HMI Cabang Baubau juga pernah mencederai marwah HMI, karena diduga melakukan setingan chaos saat kegiatan Gerak Jalan Indah memperingati Kemerdekaan RI, 2019 silam.

“Ini adalah realita terburuk sepanjang sejarah HMI Kota Baubau,” sindir Mardin.

Berdasarkan hal tersebut diatas seluruh pengurus HMI Cabang Baubau dan komisariat HMI Cabang se Kota Baubau melakukan tindakan penyelamatan Organisasi, dengan menggelar Pertemuan (Rapat Harian), Jumat (30/10/20. Musyawarah menghasilkan mufakat, menunjuk Sudarwin Suwu, sebagai Pelaksana Jabatan Sementara (PJS) Ketua HMI Cabang Baubau. Menandai pergantian La Ode Rizky, yang masa jabatannya sebagai Ketua HMI Cabang Baubau telah berakhir. Tidak memenuhi syarat lagi.

Kepengurusan La Ode Risky Menanggapi Kontras

“Merupakan informasi sesat. Hanya isu yang dihembuskan segelintir orang yang kerjanya mencari isi perut lewat Lembaga tercinta ini,” ketus Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi HMI Cabang Baubau, Syamril. Menanggapi terpilihnya PJS Ketua HMI Cabang Baubau, Sudarwin Suwu.

Soal berakhirnya masa jabatan La Ode Risky sebagai Ketua HMI Cabang Baubau, menurut Syamril, memang idealnya sejak Maret lalu HMI Cabang Baubau sudah menggelar Konferensi. Tetapi karena kondisi PB HMI yang belum begitu kondusif, sehingga ada himbauan kepada seluruh Cabang, agar tidak menggelar Konfercab.

Kejadian ini kata Syamril, tidak hanya terjadi di Kota Baubau, melainkan hampir diseluruh HMI Cabang se Indonesia. Belum ada yang menyelenggarakan Konfercab. Padahal rata-rata Kepengurusan juga terpilih dan dilantik Februari 2018 lalu.

“Cabang Baubau ini masih mending (terpilih dan dilantik, red) bulan Agustus 2018. Sekali lagi, ini merupakan kondisi nasional,” tegas Syamril, yang menilai, SS Cs berlebihan dalam menebar isu.

Syamril menganggap, yang dilakukan SS Cs kurang etis. Apalagi, pihaknya mendapat informasi, SS keluar masuk berbagai instansi Pemerintahan dengan mengaku sebagai PJS Ketua HMI Cabang Baubau, diduga untuk kepentingan pribadi.

Syamril menyarankan SS Cs kembali membaca aturan terkait proses pengangkatan PJS Ketua Cabang HMI.

“Jadi kondisi berakhirnya masa jabatan Ketua Cabang dan belum adanya Konferensi ini terjadi dihampir seluruh Cabang HMI Se-Indonesia. Bukan hanya dicabang Baubau,” tambahnya.

Namun begitu, Syamril mengakui, hal seperti yang terjadi saat ini, lumrah dalam dinamika Organisasi sekelas HMI.

Syamril pun membeberkan, SS sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pembinaan Anggota dalam struktur Kepengurusan HMI Cabang Baubau yang dipimpin La Ode Risky. Akan tetapi beberapa bulan lalu telah dilakukan reshufle Kepengurusan, melalui Rapat Pleno.

SS dinilai telah melakukan tindakan tak terpuji, dalam kegiatan Training HMI di Komisariat FKIP UM Buton. Pihaknya menduga kala itu SS berulah usai mengkonsumsi minumam beralkohol, lantas membuat rusuh dalam arena Training.

“Maka sikap cabang saat itu mengeluarkan saudara SS, dan dikenakan sanksi Organisasi dalam bentuk skorsing Keanggotan. Surat skorsingnya juga kami sudah serahkan, tapi saat ini saudara SS enggan untuk menerima langsung, sehingga seolah-olah membuat diri tidak bisa bertemu langsung dengan anggota Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi,” urai Syamril.

[RED]

Komentar

News Feed