oleh

Dibeberapa Daerah Pengurus HMI Cabang Periode 2020-2021 Sudah Dilantik, Pjs Pengurus HMI Baubau Persiapkan Konfercab

BAUBAU

Sejumlah Pengurus, Kader HMI yang tergabung dalam HMI Komisariat Bersatu telah menyatakan sikap, menyepakati Pelaksana jabatan sementara (Pjs) Pengurus HMI Cabang Baubau, untuk segera mengambil langkah-langkah percepatan penyelenggaraan Konferensi Cabang (Konfercab).

Sikap ini dianggap tepat sebagai penyelamatan regenerasi dan kaderisasi ditubuh HMI Cabang Baubau, menyikapi HMI Cabang Baubau selama dua tahun terakhir, jelang tiga tahun, yang dinilai mengalami kekosongan Kepengurusan.

Berdasarkan SK Kepengurusan HMI Cabang Baubau periode 2018-2019, dibawah Kepemimpinan La Ode Risky sebagai Ketua, telah demisoner. Mereka ini dilantik Agustus 2018, hingga per Agustus 2019, sudah berakhir masa jabatan.

Berita terkait ⬆

ART HMI bagian VI Pasal 27 ayat 3: Masa jabatan pengurus Cabang adalah satu tahun, terhitung sejak diterbitkan Surat Keputusan oleh Pengurus Besar.

Dibeberapa daerah, PB HMI sudah melantik Kepengurusan yang baru, Periode 2020-2021. Sebut saja pelantikan Pengurus HMI Cabang Jakarta Periode 2020-2021 (30 Oktober 2020).

Pada 5 Agustus 2020, Pengurus HMI Cabang Gowa juga telah dilantik.

Sebelumnya, 27 Juni 2020, PB HMI juga telah melantik Pengurus HMI Cabang Kuala Kapuas Periode 2020-2021. Prosesi pelantikan dilakukan secara virtual.

Belakangan, Pengurus HMI Cabang Namlea Periode 2020-2021, disebut-sebut, beberapa waktu lalu juga sudah dilantik.

Diungkapkan Koordinator HMI Komisariat Bersatu, Mardin, pihaknya bersama Pjs Pengurus HMI Baubau, tengah menyiapkan Konfercab. Per tahap hingga pelantikan Pengurus HMI Cabang Baubau Periode 2020-2021, agar regenerasi dan kaderisasi tetap berjalan optimal. Memaksimalkan kerja-kerja program Organisasi Mahasiswa Islam tertua di Indonesia ini terus berlanjut mewarnai dinamika pembangunan NKRI, khususnya di Negeri Khalifatul Khamis.

“Kami satu persepsi, satu komitmen, bahwa HMI Cabang Baubau harus melanjutkan regenerasi, kaderisasi. Menjauhkan tendensi ego personal, yang bisa merusak Organisasi ini. Konfercab harus segera digelar,” tegas Mardin.

Menurutnya, HMI adalah Organisasi Pengkaderan, sehingga sudah sepantasnya, para Kader, Pengurus, menjunjung tinggi, serta menjaga marwah Organisasi.

Beberapa waktu lalu, Pengurus HMI Cabang Baubau dan Komisariat HMI Cabang se Kota Baubau menggelar Pertemuan (Rapat Harian). Musyawarah menghasilkan mufakat, menunjuk Sudarwin Suwu, sebagai Pelaksana jabatan sementara (Pjs) Ketua HMI Cabang Baubau. Yang selanjutnya bersama rekannya yang sepemahaman, menyiapkan Konfercab HMI Cabang Baubau.

“Ini menandai pergantian penggerak roda Organisasi HMI Cabang Baubau. Ada regenerasi dan kaderisasi,” urai Mardin.

Mardin menambahkan, terdapat beberapa catatan penting dalam era Kepemimpinan La Ode Risky, yang harus disikapi secara bijak, untuk pembenahan internal Organisasi. Agar HMI, khususnya di Kota Baubau, wilayah Kepton, bisa lebih elegan lagi kedepannya.

Dilain pihak, penunjukkan Pjs Pengurus HMI Cabang Baubau dituding sebagai informasi sesat.Dianggap isu yang dihembuskan segelintir orang yang kerjanya mencari isi perut lewat Lembaga tercinta ini. Ini diungkapkan Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi HMI Cabang Baubau, Syamril, menanggapi terpilihnya Pjs Ketua HMI Cabang Baubau, Sudarwin Suwu.

Soal berakhirnya masa jabatan La Ode Risky sebagai Ketua HMI Cabang Baubau, menurut Syamril, memang idealnya sejak Maret lalu HMI Cabang Baubau sudah menggelar Konferensi. Tetapi karena kondisi PB HMI yang belum begitu kondusif, sehingga ada himbauan kepada seluruh Cabang, agar tidak menggelar Konfercab.

Kejadian ini kata Syamril, tidak hanya terjadi di Kota Baubau, melainkan hampir diseluruh HMI Cabang se Indonesia. Belum ada yang menyelenggarakan Konfercab. Padahal rata-rata Kepengurusan juga terpilih dan dilantik Februari 2018 lalu.

“Cabang Baubau ini masih mending (terpilih dan dilantik, red) bulan Agustus 2018. Sekali lagi, ini merupakan kondisi nasional,” tegas Syamril, yang menilai, SS Cs berlebihan dalam menebar isu.

Syamril menganggap, yang dilakukan SS Cs kurang etis. Pihaknya mendapat informasi, SS keluar masuk berbagai instansi Pemerintahan dengan mengaku sebagai Pjs Ketua HMI Cabang Baubau, diduga untuk kepentingan pribadi.

Syamril menyarankan SS Cs kembali membaca aturan terkait proses pengangkatan Pjs Ketua Cabang HMI.

“Jadi kondisi berakhirnya masa jabatan Ketua Cabang dan belum adanya Konferensi ini terjadi dihampir seluruh Cabang HMI Se-Indonesia. Bukan hanya dicabang Baubau,” tambahnya.

Namun begitu, Syamril mengakui, hal seperti yang terjadi saat ini, lumrah dalam dinamika Organisasi sekelas HMI.

Syamril pun membeberkan, SS sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pembinaan Anggota Organisasi (PAO) dalam struktur Kepengurusan HMI Cabang Baubau yang dipimpin La Ode Risky. Akan tetapi beberapa bulan lalu telah dilakukan reshufle Kepengurusan, melalui Rapat Pleno.

SS dinilai telah melakukan tindakan tak terpuji, dalam kegiatan Training HMI di Komisariat FKIP UM Buton. Pihaknya menduga kala itu SS berulah usai mengkonsumsi minumam beralkohol, lantas membuat rusuh dalam arena Training.

“Maka sikap cabang saat itu mengeluarkan saudara SS, dan dikenakan sanksi Organisasi dalam bentuk skorsing Keanggotaan. Surat skorsingnya juga kami sudah serahkan, tapi saat ini saudara SS enggan untuk menerima langsung, sehingga seolah-olah membuat diri tidak bisa bertemu langsung dengan anggota Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi,” urai Syamril.

[RED]

Komentar

News Feed