oleh

Kapolda Sultra Minta Maaf kepada Insan Pers dan Pastikan Proses Hukum Oknum Polisi Aniaya Wartawan

Kasamea.com Kendari

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Irjen Pol Drs Yan Sultra Indrajaya SH menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan Pers, khususnya di Sultra, dan lebih khusus lagi kepada Wartawan Surat Kabar Harian Berita Kota, Rudinan, korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Polisi saat meliput aksi unjuk rasa di kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari beberapa waktu lalu.

Baca juga ⬆

Kapolda Sultra memastikan proses hukum atas kejadian ini, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Terduga pelaku oknum Polisi tersebut sudah menjalani pemeriksaan yang dilakukan Propam Polda Sultra.

Hal ini diugkapkan Kapolda Sultra dalam dialog bersama insan Pers Sultra, membahas tentang tindak kekerasan terhadap Wartawan saat melakukan kerja-kerja Jurnalistik.

“Pertama-tama atas nama institusi Polri, Polda Sultra, dan pribadi saya menyampaikan permohonan maaf atas insiden oknum anggota dengan wartawan beberapa hari lalu,” kata Kapolda Sultra, mengawali pernyataannya dalam dialog, Sabtu (20/3).

Baca juga ⬆

Kapolda Sultra menegaskan, terkait kejadian ini, baik ada pelaporan resmi, atau tidak ada pelaporan resmi, pihaknya tegas memerintahkan Propam Polda Sultra mengambil alih penanganannya.

“Tindak tegas yang bersangkutan (oknum Polisi terduga pelaku penganiaya Wartawan, red),” kata Kapolda Sultra, menegaskan perintahnya.

Baca juga ⬆

Dialog juga dihadiri Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Waris Agono, serta para pejabat utama Polda Sultra.

Mewakili insan Pers, hadir pimpinan Organisasi Profesi (PWI, AJI, IJTI), serta pimpinan Organisasi Perusahaan Pers (SPS, SMSI, AMSI dan JMSI).

Pemimpin Umum/Penanggungjawab Berita Kota Kendari, selaku pimpinan Wartawan Rudinan korban penganiayaan, Mahdar Tayyong, meminta tindak kekerasan yang dialami anggotanya yang diduga dilakukan oknum Polisi, harus diusut tuntas. Pihaknya menjadikan peristiwa ini sebagai suatu pembelajaran penting, baik untuk Kepolisian maupun insan Pers sebagai mitra strategis dua institusi pelayan publik.

Dialog yang berlangsung sekitar 2 jam juga menghasilkan gagasan, mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap awak media.

Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat, segera diselenggarakan pelatihan aman meliput pada situasi beresiko bagi Wartawan. Termasuk pula Literasi, penting bagi kalangan Kepolisian tentang UU Nomor 40/1999 tentang Pers, kode etik, serta kode prilaku wartawan.

Ketua PWI Sultra, Sarjono mengajak pemilik perusahaan media untuk mendidik para Wartawan agar lebih memahami tentang kode etik dan implementasi UU Nomor 40/1999 tentang Pers.

Menurut Sarjono, perusahaan Pers yang mempekerjakan seseorang sebagai Wartawan harus membekali Wartawannya tentang teknik atau tips meliput aman dalam situasi beresiko.

Ketua AJI Kendari, Rosnawati menyayangkan tingginya angka kekerasan yang menimpa Wartawan yang melibatkan oknum Kepolisian.

“Kalangan Pers dan Kepolisian mesti mencari konsep tepat mengantisipasi terus berulang-ulangnya kekerasan yang menimpa awak media. Memprihatinkan,” kata Ros.

[Red]

Komentar

News Feed