oleh

Kapolri Cup 2019, Inkanas Baubau Target Tiga Emas Untuk Sultra

Baubau

Ikatan Karate-Do Nasional (Inkanas) Kota Baubau telah menyiapkan atlet yang akan bertarung dalam event bergengsi Kapolri Cup 2019. Dari 22 atlet yang akan diturunkan, Inkanas Kota Baubau menargetkan 3 medali emas.

Hal ini diungkapkan H Syafiudin saat latihan atlet Inkanas Kota Baubau, Selasa 19-02-2019 di Mako Polres Baubau. Ia mengatakan, pada kejuaraan karate Kapolri Cup 2017 lalu, atlet puteri Inkanas Kota Baubau berhasil mempersembahkan satu medali emas untuk Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sejak berdiri 2005, Inkanas Kota Baubau cukup banyak mengukir prestasi. Secara berturut-turut mewakili Sultra dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD, SMP, dan SMU.

Prestasi membanggakan lainnya dari Inkanas Kota Baubau, juara 1 Kapolri Cup 2017, dan juara 2 O2SN se-Indonesia. Inkanas Kota Baubau juga ambil bagian dalam beberapa event, baik event internal Inkanas, maupun event-event Forki ditingkat Nasional.

Ikut tarung dalam Kapolri Cup 2019, Inkanas Kota Baubau mengutus atlet kelas Polri, kelas plus 84 Kg dan minus 84 Kg putera, dan kelas 67 Kg puteri. Para duta Bumi Anoa ini akan dilepas menuju Kota Padang pada 25 Februari 2019.

Syafiudin yang menjabat Kepala Bidang disalah satu OPD Pemerintah Kota Baubau menuturkan, struktur organisasi Inkanas, tingkat pusat dipimpin Kapolri, dan tingkat Provinsi dipimpin Kapolda, berlaku se- Indonesia.

Ia berharap, dengan berbagai prestasi yang sudah dicapai, atlet Inkanas Kota Baubau tak lantas berpuas diri, akan tetapi menjadikan prestasi sebagai motivasi, treager dalam menetapkan, menggapai target yang lebih tinggi.

“Kalau dua tahun lalu hanya dapat satu emas, tahun ini insyaAllah bisa dua atau tiga emas. Dengan persiapan maksimal, juga dukungan, dorongan, peran serta orang tua, keluarga para atlet, bersinergi dengan Sensei dan pengurus, insyaAllah kita bisa,” optimisnya.

Sejak 1982 Syafiudin sudah menekuni karate, sejak duduk dibangku SMP. Pada 1984 Ia menjadi asisten Sensei, mengajar karate dibeberapa tempat di Kota Baubau, kala itu masih Kabupaten Buton, dan hingga kini masih aktif mengajar.

Sederhana namun mengandung makna, alasan yang mendasari Syafiudin terus mendedikasikan diri dalam dunia karate, terkhusus Inkanas. Untuk menjalin silaturahim, menjalin kekeluargaan, sewaktu waktu bisa berbagi pemikiran, lebih dinamis.

“Ini karena hobi, sudah dijiwai, bahkan harus mengeluarkan seluruh energi, tidak mengharapkan umpan balik dari itu. Ini kalau kita mau jadi pengurus sejati,” terangnya.

Ia berpesan untuk para atlet, agar senantiasa percaya diri, berbuat maksimal, sehingga dapat mengukir prestasi yang menggembirakan, membanggakan untuk diri, keluarga, untuk daerah.

Ditambahkan salah seorang Sensei (Sensei adalah guru bersabuk hitam yang berkompeten mengajar) Inkanas Kota Baubau, Burhanudin. Saat ini tercatat 600-700 anggota Inkanas Kota Baubau, dari berbagai latar belakang profesi, pendidikan, jenjang umur, dan alamat domisili.

Rutinitas latihan konsisten dijalankan Inkanas Kota Baubau empat kali dalam seminggu, ini juga untuk mempersiapkan atlet menghadapi event kejuaraan. Dan saat akan menghadapi event kejuaraan, para atlet tinggal lebih memaksimalkan berlatih, mempersiapkan diri untuk bertarung.

Yang paling utama ditanamkan bagi para atlet Inkanas Kota Baubau adalah kepercayaan diri, selalu menjaga sikap sehari-hari sebagai karateka, sekalipun telag menyandang sabuk yang tinggi, telah mengukir prestasi, namun wajib selalu rendah hati.

“Kita pakailah sistem kaya orang tua dulu, ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk,” ucapnya.

Saat ini Inkanas Kota Baubau memiliki 14 Sensei bersabuk hitam, namun tidak seluruhnya bisa rutin mengajar, karena kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan. Hanya enam Sensei yang eksist rutin mengajar setiap jadwal latihan.

Lanjut pria yang berprofesi sebagai tenaga pendidik disalah satu SMK di Kota Baubau ini, pihaknya senantiasa menanamkan implementasi sumpah karateka bagi Kohai (Kohai adalah murid yunior), tak lepas bagi Denshi (Denshi adalah murid semua tingkatan) di Inkanas Kota Baubau. Sanggup memelihara kepribadian, sanggup patuh pada kejujuran, sanggup mempertinggi prestasi, sanggup menjaga sopan santun, sanggup menguasai diri.

“Sumpah ini wajib dipahami, ditanamkan dalam diri, dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Masuk karate bukan untuk kenapa-kenapa, melainkan untuk menjalin persaudaraan,” tutur Burhanudin yang menekuni karate sejak 1986, saat Ia masih berstatus pelajar SMA.

~ Vonizz report ~

Komentar

News Feed