oleh

“Kemah Nasional Masyarakat Kepton se- Nusantara dan Seribu untuk Kepton” Gerakan Mendorong Percepatan Pembentukan Provinsi Kepulauan Buton

Kepton jauh dimata dekat dihati

KASAMEA.COM

Desakan percepatan pembentukan Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) terus, terus dan terus menggaung. Bahkan kini sampai mewacana Kemah Nasional masyarakat wilayah cakupan Kepton yang ada di bentangan Sabang sampai Merauke (Kemah Nasional Masyarakat Kepton se- Nusantara). Mengikut usul gagasan “Seribu untuk Kepton”.

Wacana yang spontan mengalir dari kaum muda ini sahut menyahut, hingga berlanjut menjadi agenda pokok pembahasan. Semata keterpanggilan hati, tulus ikhlas, menyambung tongkat estafet perjuangan pembentukan Kepton sebagai daerah otonom Provinsi baru, mekar dari sang Induk, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Esensi pergerakan kaum muda yang senantiasa menanamkan falsafah Sara Patanguna dalam diri, menjunjung tinggi Pancasila,berlandaskan pada semangat yang telah digaungkan sejak puluhan tahun lalu. Tentang eksistensi Kesultanan Buton hingga menjadi eks Kesultanan Buton yang berserah diri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tokoh Pemuda Kepton, Apriludin menegaskan, semangatnya semua hanya satu, yakni mendesak Pemerintah Republik Indonesia dan DPR RI agar mendengar aspirasi masyarakat Kepton. Mewujudkan lahirnya Provinsi Kepton di eks Kesultanan Buton.

Advokat (Direktur Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Advokat Muda Indonesia LBH HAMI) ini menyebutkan, Gerakan “Kemah Nasional Masyarakat Kepton se- Nusantara” dan “Seribu untuk Kepton” adalah instrumen pemersatu, media untuk menyosialisasikan kepada seluruh masyarakat di wilayah cakupan Provinsi Kepton. Menyatukan semangat, tekad dan komitmen.

Mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa ini mengatakan, lebih dua dekade berbagai upaya telah dilakukan banyak elemen guna menyuarakan aspirasi masyarakat Kepton. Namun hingga kini tak kunjung membuahkan hasil membahagiakan. Provinsi Kepton terhalang kebijakan moratorium pemerintah pusat.

Sejak 1996 sudah digaungkan aspirasi pemekaran daerah baru Provinsi dalam wilayah eks Kesultanan. Mulai dari Provinsi Buton Raya, bergulir berubah nama menjadi Kepton, hingga kini.

“Semoga semangat para tokoh muda Kepton yang ada di seluruh Indonesia ini tetap terjaga, dan konsisten sampai Pemerintah Republik Indonesia dan DPR RI mewujudkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Buton. Berlandaskan Undang-Undang,” tutur April, sapaan akrabnya, Jumat (23/4), di negeri Khalifatul Khamis.

Sejalan seniornya, April, salah seorang Aktivis Kepton, La Ode Muhammad Syai Roziq Arifin, mengungkapkan, menduduki “singgasana berkursi empuk” para pemangku kebijakan, dengan Gerakan “Kemah Nasional Masyarakat Kepton se-Nusantara” dan “Seribu untuk Kepton”, masyarakat Kepton sekaligus menagih janji kampanye saat Pemilihan Gubernur Sultra.

Kata dia, cukup sudah masyarakat Kepton menjadi korban janji politik, dengan iming-iming pemekaran. Sudah sangat lama lahirnya Provinsi Kepton dinantikan.

“Kita kasi ‘gempar’ dulu ini NKRI (Gerakan Kemah Nasional Masyarakat Kepton se-Nusantara dan Seribu untuk Kepton, red), bahwa kita juga ini ada batas kesabaran. Kita sudah lama mabok dengan janji dari pusat dan daerah, kita butuh bukti,” tegas Rozik yang akrab disapa La Ode Pendemo, disampaikannya dari Jakarta.

Gerakan “Kemah Nasional Masyarakat Kepton se- Nusantara” dan “Seribu untuk Kepton” rencananya diawali dengan berkemah didepan kantor Gubernur Sultra dan kantor DPRD Sultra. Berlanjut di Ibu Kota Jakarta, didepan Istana Kepresidenan RI, kemudian didepan gedung DPR RI.

[Red]

Komentar

News Feed