oleh

Ketika Tim Evakuasi GTC19 Baubau “Standby” di Acara Pernikahan

kasamea.com BAU-BAU

Tak henti Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (GTC19) Kota Baubau menjalankan tugasnya, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang menurunkan personilnya, baik dalam rutinitas penyemprotan disinfektan, penyaluran paket bantuan, hingga menempatkan tim evakuasi dalam gelar acara pernikahan.

Seperti yang tampak pada hari ini, Selasa (21/7/20), empat personil pasukan oranye ini kembali diturunkan. Mereka siap siaga dalam sebuah acara resepsi pernikahan di Lingkungan Kaliwu-Liwu, Kelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio.

Diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali, empat orang anggotanya, tim evakuasi khusus ini diturunkan mengawasi acara pernikahan, sesuai protokol kesehatan, pencegahan covid-19. Dilengkapi alat pelindung diri (APD).

Selain melakukan pengawasan dalam acara pernikahan, tim juga memastikan adanya wadah cuci tangan, dan memastikan seluruh yang hadir menggunakan masker, serta deteksi suhu tubuh. Kedua mempelai juga wali pengantin dipastikan menggunakan penutup wajah (face shield).

Kata Muslimin, saat ini pihaknya masih membutuhkan mobil ambulance khusus untuk digunakan saat evakuasi dalam acara pernikahan. Dan kedepannya, BPBD juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, dalam hal ini bekerjasama dengan Puskesmas untuk menambah kelengkapan tim evakuasi.

Muslimin memastikan, pihaknya selalu siap siaga, terlebih bila diminta oleh pihak keluarga, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang diluar rencana, diluar dugaan.

“Jadi tim evakuasi khusus pernikahan dan resepsi hadir di acara resepsi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan terjadi. Misalnya ada yang tiba-tiba pingsan, atau terkena suatu penyakit. Bisa langsung dibantu tim evakuasi. Dan hari ini atas permintaan tuan rumah bapak AKP Hartoni, yang menginginkan tim evakuasi berada di lokasi,” jelas Muslimin, ditemui di Sekretariat Bersama (Sekber) GTC19 Kota Baubau.

Muslimin mengatakan, selama berlangsungnya acara pernikahan juga, master off ceremony (MC) berulang menyosialisasikan kepada seluruh yang hadir, tentang keberadaan tim evakuasi dalam acara tersebut. Sehingga, para tamu undangan tidak merasa panik, dan memahami. tujuan kehadiran tim evakuasi.

“Tujuan dihadirkan tim ini adalah untuk berjaga-jaga bilamana ada undangan yang sakit, dan lain sebagainya. Mestinya tim standby di jalan saja, namun karena lokasi acara berada di puncak, maka tim dipanggil langsung oleh tuan rumah, agar lebih mendekat ke tempat acara,” urai mantan Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Baubau ini.

Hingga saat ini, GTC19 Kota Baubau masih terus melakukan upaya-upaya memutus rantai sebaran covid-19. Melakukan penyemprotan di sekolah-sekolah, juga sosialisasi masif menyeluruh.

Tak kalah penting, menjadi fokus GTC19 Kota Baubau saat ini, yakni melawan stigma. Mengimbau, menyosialisasikan kepada seluruh warga metro, agar bersama-sama menghentikan stigma. Menyimak dan memahami betul protokol kesehatan, pencegahan sebaran covid-19.

“Kita sama-sama memutus rantai sebaran penyakit ini, dengan sama-sama menyadari, menerapkan protokol kesehatan. Tidak kalah penting, menyudahi stigma, dan tak henti berdoa, semoga pandemi ini segera berakhir,” doanya.

Bagi keluarga yang hendak menggelar acara pernikahan, ddapat berkoordinasi dengan GTC19 Kota Baubau, agar tim evakuasi dapat ditempatkan selama acara pernikahan berlangsung.

[RED]

Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed