oleh

Ketua DPRD Kota Baubau: Tak Ada Euforia Perayaan Tahun Baru

Kasamea.com BAUBAU

Pemerintah Pusat sampai ke daerah masih terus melakukan upaya percepatan penanganan covid 19. Memutus rantai sebaran wabah mematikan ini, protokol Kesehatan pun terus disosialisasikan, agar seluruh masyarakat mematuhi dan menerapkannya dalam menjalankan berbagai aktivitas setiap hari.

3M: Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun, dan Menjaga Jarak adalah protokol Kesehatan wajib, dan tak kalah penting menghindari kerumunan, meniadakan konsentrasi keramaian, berkumpulnya massa, sebab kerumunan, keramaian atau berkumpulnya orang-orang dalam satu tempat, titik lokasi, berpotensi menjadi salah satu penyebab penyebaran covid 19 secara massif.

Oleh karena itu Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menetapkan pembatasan acara-acara perayaan yang dapat mengundang kerumunan, konsentrasi keramaian, berkumpulnya massa saat perayaan Natal 25 Desember 2020 dan perayaan jelang Tahun Baru 2021. Sejalan dengan Pemkot, DPRD Kota Baubau mendukung penuh langkah Pemkot, melarang acara-acara perayaan Natal 25 Desember 2020 dan perayaan jelang Tahun Baru 2021 yang memicu kerumunan, keramaian, berkumpulnya massa, yang berpotensi menjadi penyebab sebaran covid 19.  

“Dalam menyambut Nataru (Natal dan Tahun Baru, red) tidak ada kegiatan lain yang sifatnya euphoria, semua tidak diizinkan. Terkait dengan kerumunan masyarakat yang rentan menyebarnya covid 19. Aktivitas ibadah Natal sudah diatur juga, protokol covid 19 diterapkan di Gereja, saling menjaga agar kita bersama-sama bisa memutus rantai sebaran covid 19 ini,” demikian diungkapkan Ketua DPRD Kota Baubau H Zahari, saat ditemui Sabtu (19/12/20).

[RED]

Komentar

News Feed