dr Frederik Tangke Allo SpB
Baubau
Dari total 16 dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Baubau, dari 13 dapur yang telah mengajukan pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), lima dapur telah mengantongi Sertifikat tersebut.
Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr Frederik Tangke Allo SpB. Dinas Kesehatan diberi kewenangan untuk menerbitkan SLHS, sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan.
“Dari 16 dapur, ada 5 yang sudah ditandatangani terkait sertifikat, menandakan bahwa mereka sudah memenuhi syarat untuk melanjutkan terkait MBG ini,” ungkapnya.
Kata Frederik, Dinas Kesehatan juga telah melaksanakan pelatihan penjamah kepada para pekerja di 16 dapur MBG tersebut. Bagaimana yang harus mereka kerjakan agar memenuhi syarat kesehatan.
Dinas Kesehatan secara aktif turun langsung melakukan pelatihan, survey lingkungan, dengan kriteria indikator yang sudah jelas.
“Jadi kita strik disana, aturannya memang sudah jelas, alurnya sudah diatur semua, pemeriksaan sampel makanan, sampel air itu juga harus memenuhi syarat,” sambungnya.
Pemeriksaan sampel yang sebelumnya harus dikirim ke Kendari, saat ini sudah bisa dilakukan di Labkesda Baubau. Salah satu peningkatan yang dapat dilaksanakan tahun 2026.
“Mudah-mudahan dengan aktifnya petugas kami, kemudian juga waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan tersebut di Labkesda, bisa mempercepat pelaksanaan SPPG, mendukung program pemerintah agar berjalan sukses,” pungkas Frederik.
Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 Tentang Percepatan Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi acuan formal di seluruh Indonesia. Bahwa SLHS wajib dimiliki SPPG sebelum operasi, dan menjadi bagian dari pengawasan keamanan pangan bagi penerima MBG.
(Redaksi)














Komentar