oleh

Masyarakat Harus Terapkan Kewaspadaan Standar Selama Pandemi

Jubir Satgas Covid 19 Baubau dr Lukman SpPD

Kasamea.com BAUBAU

Satuan Tugas Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi (Satgas Covid 19) Kota Baubau mengajak masyarakat menerapkan Kewaspadaan Standar, Pencegahan Terhadap Transmisi, dalam kehidupan sehari-hari selama masa pandemi. Selayaknya yang diterapkan dalam pelayanan di rumah sakit rumah sakit, dibawah pantauan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

Penerapan konsep Kewaspadaan Standar, Pencegahan Terhadap Transmisi dianggap efektif dalam memutus rantai persebaran covid 19, khususnya di Baubau.

“Konsep konsep ini ingin kita bawa ke masyarakat. Bagaimana implementasi kewaspadaan standar di masyarakat, diterapkan dimasa pandemi ini. Tidak banyak yang ingin kita tanamkan kepada masyarakat, tapi paling tidak masyarakat memahami bahwa memakai masker, rajin mencuci tangan, adalah bagian dari kewaspadaan kita dalam memutus mata rantai covid 19,” demikian diungkapkan Juru Bicara Satgas Covid 19 Baubau, dr Lukman SpPD.

Dokter Lukman mengatakan, dua hal tersebut saja bila sering dilakukan, maka bisa mereduksi angka transmisi mencapai 30-60 persen. Belum lagi bila ditambah dengan kewaspadaan-kewaspadaan lainnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Baubau ini menekankan, sangat baik bila saat ini masyarakat satu pemikiran, membangun Kewaspadaan Standar. Karena tidak mungkin bisa dilakukan pengendalian, tidak mungkin melakukan akselerasi, tanpa dilandasi pemahaman yang sama. Atau tidak berangkat dari pola pikir yang sama.

“Sebelum kita akselerasi lebih jauh, saya ingin kita bangun kewaspadaan itu. Apa implementasi di masyarakat, tiga hal saya minta, rajin pakai masker, jadikan masker sebagai bagian dari gaya hidup, sering cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak. Dan masih banyak lagi,” urainya.

Direktur RSUD Baubau ini menjelaskan, relevan dengan upaya memutus rantai sebaran covid 19. Sebelumnya PPI hanya dikenal di RS, tetapi dimasa pandemi ini masyarakat pun harus mengetahuinya, menerapkannya.

Dokter Lukman pun menyinggung terpaparnya beberapa orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Baubau beberapa bulan lalu, merupakan tugas Tim PPI untuk menganalisa apa penyebabnya, juga bagaimana menyikapinya. Kejadian tersebut sudah ditindaklanjuti, sehingga saat ini mampu menekan kemungkinan Nakes terpapar.

Menentukan alur pelayanan pasien, membangun ikrar pada semua proses pelayanan yang ada di RS. Artinya, Tim PPI memberikan masukan-masukan terstruktur, sehingga bisa mempengaruhi keputusan atau kebijakan Direktur.

“Ini loh kewaspadaan standar yang harus kita bangun bersama-sama. Tidak banyak yang kita minta, hanya, jadikan masker sebagai bagian dari gaya hidup, rajin cuci tangan pakai, menjaga jarak,” ulangnya.

[RED]

Komentar

News Feed