oleh

Pria yang Diisukan Kanibal Tertangkap, Polisi Usut Penyebar Hoax

BAU-BAU

Beruntung A cepat diamankan ke Polsek Wolio Polres Baubau, sebelum A babak belur diamuk massa, Sabtu (18/1/20). A terduga pelaku penganiayaan anak dibawah umur, yang sebelum diamankan, fotonya sempat beredar di media sosial Facebook, WhatsApp.

Foto A tersebar disertai postingan bermuatan hoax memicu keresahan ditengah masyarakat. Postingan tersebut tanpa disertai narasumber yang jelas, tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan belum bisa dipastikan kebenarannya.

Ironisnya, warganet pengguna media sosial begitu mudahnya ikut menyebarkan foto A berikut postingan provokatif nan meresahkan tersebut.

Berikut isi postingan kategori hoax (tanpa narasumber yang jelas, tidak dapat dipertanggungjawabkan, belum bisa dipastikan kebenarannya) yang beredar di media sosial tersebut :

“Sekilas info. Kalau ada yang tok tok atau ketemu dijalan sama orang aneh. Ciri cirinya pokoknya dy aneh dan gayanya orang *** skali. hati hati. Tuh buronan plus kanibal. kasusnya baru baru d bombana da perkosa cewek dan diamakan organnya. 2 hari lalu sempat kedapatan dibone bone dy iris tangannya permpuan dan diisap darahnya. trus semalam intel dy temukan lalu lalang d sekitar perintis.”

Kapolres Baubau, AKBP Rio Candra Tangkari SIk membenarkan diamankannya A, atas laporan dugaan penganiayaan anak dibawah umur. Kata Rio Candra, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut, termasuk meminta keterangan saksi.

Ia kemudian menjelaskan, dalam kasus ini, pihaknya fokus pada dua permasalahan, yakni terkait berita hoax yang tersebar ditengah masyarakat. Dalam hal ini, pihaknya akan melacak pelaku penyebar hoax. Fokus kedua, penangkapan seorang pria inisial A, yang diduga pelaku tindak pidana penganiayaan anak dibawah umur, sebagaimana Laporan Polisi (LP) di Polsek Wolio 16 Januari 2020.

Sebelumnya, juga beredar video saat A diamankan. Dalam video tersebut banyak warga yang ikut menonton saat A diamankan. Tampak A diamankan oleh beberapa orang laki laki sampai diatas sebuah mobil pick up berwarna putih. Sampai mobil yang memuat A tersebut berjalan, warga masih berkumpul ikut menyaksikan, tak ketinggalan ikut merekam video, mengabadikan gambar.

Kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna aktif media sosial, diimbau agar tidak ikut menyebarkan berita hoax, yang berpotensi memicu keresahan, provokatif, dan berdampak negatif meluas ditengah masyarakat.

Penyebaran berita hoax dapat terjerat hukum, tindak pidana informasi dan transaksi elektronik.

[RED]

Komentar

News Feed