Baubau
Pemerintah Pemerintah Kota Baubau memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama Ramadan 1447 Hijriyah dengan menyesuaikan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen menghadirkan keseimbangan antara pelaksanaan ibadah puasa dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Ditengah suasana religius bulan suci, para abdi negara diharapkan tetap profesional dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Sekretaris Daerah Baubau, La Ode Darussalam, menjelaskan bahwa penyesuaian jam kerja tersebut telah diatur melalui Surat Edaran resmi dan berlaku menyeluruh bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk tenaga pendidik.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tetap mengacu pada ketentuan nasional mengenai akumulasi jam kerja bulanan, sehingga tidak mengurangi standar kinerja ASN selama Ramadan.
“ASN diwajibkan memenuhi 32,5 jam kerja per minggu, dan ini berlaku bagi seluruh OPD. Sedangkan instansi vertikal menyesuaikan, begitu pula tenaga kependidikan,” ujar La Ode Darussalam.
Dengan pengaturan tersebut, ritme kerja diharapkan tetap terjaga, sekaligus memberi ruang bagi aparatur untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
Lebih lanjut, Sekda mengingatkan bahwa perubahan jadwal kerja tidak boleh menurunkan produktivitas. Justru sebaliknya, Ramadan dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan etos kerja. Setiap tugas dan tanggung jawab yang dilaksanakan pada bulan suci diyakini bernilai ibadah, sehingga semangat pengabdian harus semakin tumbuh dikalangan ASN.
“Kami berharap bulan puasa bukan penghalang bagi ASN untuk beraktivitas. Tetap bekerja seperti biasa, bahkan dibulan ini setiap tugas yang dijalankan lebih bernilai ibadah. Saya harap semua PNS Kota Baubau tetap semangat dan tidak terhalang karena puasa,” tegasnya, menekankan pentingnya integritas dan dedikasi dalam pelayanan publik.
Selain penyesuaian jam kantor, Pemerintah Kota Baubau juga menggulirkan agenda rutin tahunan berupa Safari Ramadan. Program ini dirancang untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat melalui kunjungan ke berbagai masjid di seluruh kecamatan.
Tim Safari Ramadan yang dibentuk bersama tim dakwah akan mengisi ceramah agama, sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
Kegiatan tersebut meliputi kunjungan Walikota ke wilayah-wilayah untuk meninjau kondisi masyarakat, pelaksanaan dakwah terpadu di masjid kecamatan, serta dialog terbuka antara pemerintah dan warga disela ibadah tarawih.
Dengan pendekatan religius dan humanis ini, ASN di Kota Baubau diharapkan mampu meneguhkan peran sebagai pelayan publik, yang tidak hanya profesional, tetapi juga berakhlak dan berorientasi pada kemaslahatan umat, selama Ramadan.
(Redaksi)















Komentar