oleh

Ribuan Ekor Ikan ‘Lompa’ Muncul di Permukaan Sungai di Baubau, Fenomena Alam yang Tak Biasa

Kasamea.com

Baubau – Ribuan ekor ikan kecil muncul di permukaan air sungai di Kota Baubau, tepatnya di bawah Jembatan Gantung. Fenomena alam yang tidak biasa terjadi di negeri khalifatul khamis ini spontan mengundang perhatian khalayak yang ramai melintasi Jembatan Gantung, Kamis (14/1/21) pagi ini.

Tampak Nelayan menggunakan perahu tradisional ‘koli koli’ menjaring ikan-ikan tersebut. Bahkan menangkapnya hanya dengan menggunakan tangan. Luar biasa. Anak-anak bersama warga lainnya pun tidak mau ketinggalan memungut ikan-ikan hidup segar itu di tepian sungai.

Menurut salah seorang warga, oleh warga lokal, ikan tersebut disebut ikan Lompa.

Takjub, kagum, keheranan, dan berbagai spekulasi, pendapat pun terlontar, ungkapan ekspresi setiap yang melihat kejadian nyata ini.

Jembatan Gantung pun dibanjiri khalayak, ratusan pasang mata yang tidak mau ketinggalan untuk sekedar melihat langsung, ada pula yang tak mau ketinggalan mengabadikannya dengan foto atau rekaman video.

Polres Baubau harus menurunkan beberapa personil untuk menertibkan arus lalu lintas di jembatan tertua di Kota Baubau ini.

Dalam waktu sekejap, kejadian ini viral, menjadi trend pembahasan di media sosial.

Apapun fenomena alam ini, adalah petunjuk kekuasaan Sang Pencipta bila Allah SWT berkehendak. Wajiblah manusia mensyukuri nikmat yang diberikan Sang Pencipta.

REPUBLIKA.co.id pernah memberitakan, bersyukur memang tidak mudah, oleh karenanya Allah SWT memberikan ganjaran berlipat ganda untuk orang-orang yang mampu untuk mensyukuri nikmat-Nya. Perintah untuk bersyukur pun kerap disebutkan Allah SWT dalam Alquran.  

Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri dalam kitabnya berjudul Minhaj al-Muslim menjelaskan, seorang Muslim hendaknya melihat segala sesuatu yang telah diberikan Allah kepadanya dengan tiada terhingga.

Yakni berupa kenikmatan yang tiada terhitung, terlindungnya dia pada saat menempel di dalam rahim ibu, hidup di dunia, dan menentukan perjalanan hidupnya hingga menuju Allah SWT.   

Dalil mengenai sumber kenikmatan itu pun kerap disebutkan dengan beragam redaksi. Misalnya, Allah SWT berfirman dalam Alquran surat An-Nahl ayat 53:

 وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ “Wa ma bikum min ni’matin faminallahi.” Yang artinya: “Dan apa saja nikmat yang ada padamu dari Allah-lah datangnya.”  

 Dalam Alquran surat An-Nahl ayat 18, Allah berfirman:  وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا “Wa in ta’uddu ni’matallahi la tuhshuha.” 

 Yang artinya: “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, maka kalian tidak akan sanggup menghitungnya.”

Maka, perintah untuk bersyukur pun diikatkan pula dengan dalil. Seperti di dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 152 berbunyi: فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ  “Fadzkuruuniy adzkurkum wasykuruuliy wa la takfuruun.” 

Yang artinya: “Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku.” 

Di dalam Surah Az-Zumar, Allah kembali menegaskan perintah untuk bersyukur: لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ “La taqnathu min rahmatillahi“. Yang artinya: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” 

[RED]

Komentar

News Feed