oleh

Sampai 3 Besar, Seleksi Direktur PDAM Baubau Dipastikan Sesuai Aturan dan Peserta Bisa Melihat Nilai di Sekretariat Pansel

kasamea.com BAUBAU

Seleksi Calon Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Rimba Kota Baubau telah sampai pada pengumuman tiga besar nama yang lolos dengan persentase nilai tertinggi dibanding enam peserta lainnya. Dalam Psikotes, Uji Kelayakan Kepatutan (UKK) yang terdiri dari Ujian Tulis, Wawancara dan Makalah.

Peserta lolos tiga besar:

  1. Adenan Muhudi ST MSi
  2. Jemmy Hersandi SE
  3. Ardi SSi Apt

Panitia Seleksi (Pansel) mensyukuri, sampai dengan penentuan tiga besar, tahapan seleksi berjalan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 tahun 2017 tentang seleksi direktur Badan Usaha Milk Negara (BUMN), petunjuk pelaksanaan (Juklak). Tak ada yang melenceng sedikitpun.

“Itu payung hukum kita. Kita tidak berani melenceng dari ketentuan yang ada,” ditegaskan Ketua Pansel, La Ode Sarafa.

La Ode Sarafa memastikan, tak ada satupun klausul yang secara rinci mengharuskan nilai tes dalam seleksi diumumkan/dipublikasikan keluar. Peraturan hanya mengharuskan Pansel mengumumkan nama peserta yang lolos tiga besar.

Menentukan tiga besar, kata La Ode Sarafa, pihaknya berdasarkan dari rekap nilai tes. Akumulasi nilai, 40 % Psikotes, Uji Kelayakan Kepatutan (UKK) yang terdiri dari Ujian Tulis, Wawancara dan Makalah 60 %. Total 100 %.

Nilai dimaksud, diakumulasikan dan ditentukan rankingnya.

Dalam prosesnya, nilai tes direkap, diakumulasikan, setelah seluruh tes dilakukan.

“Selesai semua baru kita rekap satu kali, sehingga kita temukan ranking 1, 2, 3. Begitu,” jelas La Ode Sarafa.

La Ode Sarafa menjelaskan kembali, bahwa nilai tes tidak diumumkan keluar, karena tidak perlu, karena tidak ada dalam aturan. Namun begitu, Pansel mempersilahkan kepada seluruh peserta yang hendak melihat (kroscek) nilai tes yang ada, pada jam kerja di sekretariat Pansel.

“Bisa mereka lihat semua di Pansel,” ucapnya, dikonfirmasi, Selasa (13/10/20).

La Ode Sarafa menegaskan, yang bisa mengakses nilai tes hanyalah pihak yang berkompeten. Bila ada pihak lain yang tidak berkompeten, hendak mengakses nilai tes, pihaknya harus terlebih dahulu meminta persetujuan Pimpinan.

“Kita tidak bisa berikan kepada yang tidak berkompeten, karena itu adalah dokumen. Tapi kalau yang berkaitan langsung dengan seleksi, sepetti halnya teman-teman peserta, bisa melihatnya,” ungkapnya.

La Ode Sarafa menambahkan, pihaknya sangat memaklumi kondisi psikologis peserta yang belum berhasil lolos tiga besar. Manusiawi bila ada yang merasa kecewa dan tidak puas, karena apa yang diharapkan belum bisa tercapai. Sehingga menilai Pansel tidak transparan, dan berasumsi negatif, yang juga bisa berujung pada fitnah. Termasuk pula bila tidak puas karena tidak berhasil terpilih sebagai Direktur.

Kata La Ode Sarafa, bijaknya, bila ada yang berkeberatan, seharusnya dapat diungkapkan sejak nilai dalam tahapan seleksi direkap, diakumulasi.

Sementara itu, lanjut La Ode Sarafa, nilai tes berkaitan satu dengan lainnya. Misalnya, psiko tes, uji kepatutan dan kelayakan, tes tertulis, terkait dengan wawancara dan juga isi makalah.

“Bila pun masih ada yang tetap merasa tidak puas, kami siap mempertanggungjawabkan (kinerja Pansel, red) ,” tutup La Ode Sarafa.

[RED]

Komentar

News Feed