oleh

Soal Aset, Begini Kata Gubernur Sultra dan Ketua KPK

BAU-BAU

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi SH duduk satu panggung dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Ir Agus Rahardjo menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Ayo Bangkit Lawan Korupsi, yang diselenggarakan Forum Osis Remaja Milenial Anti Korupsi. Keduanya pun menanggapi berbeda persoalan Serah Terima Aset dari Pemerintah Kabupaten Butom kepada Pemerintah Kota Bau-Bau.

Tentang Serah Terima Aset ini mengemuka kembali, sebelum, hingga pasca turunnya KPK RI melalui Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) mengintervensi, yang kemudian berbuah terbitnya Memorandum off Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Buton dengan Pemerintah Kota Bau-Bau.

Dihadapan peserta Seminar Ali Mazi mengesankan, persoalan Aset antara Pemerintah Kabupaten Buton dan Pemerintah Kota Bau-Bau belum tuntas, masih menjadi persoalan. Sebab menurutnya, ada aset yang semestinya diserahkan Pemerintah Kabupaten Buton kepada Pemerintah Kota Bau-Bau, namun ada pula yang tidak mesti diserahkan, atau tidak mesti dikuasai Pemerintah Kota Bau-Bau.

“Aset Lippo Plaza dan Rumah Sakit Siloam itu tidak perlulah dikuasai Bau-bau, masalahnya, itu berkaitan dengan PAD (Pendapat Asli Daerah, red) Buton. Jangan sampai Buton tidak memiliki PAD,” sebutnya.

Menurutnya, persoalan Aset perlu dikomunikasikan kembali, antara Pemerintah Kabupaten Buton degan Pemerintah Kota Bau-Bau. Menyusul telah adanya MoU (Memorandum off Understanding, red) antara kedua daerah tersebut.

Dilain pihak, Ketua KPK RI Ir Agus Rahardjo mengaku belum memperoleh data akurat dari bawahannya, tentang persoalan Aset tersebut. Saat dikonfirmasi awak media, Agus Rahardjo enggan berkomentar banyak.

“Soal aset saya belum bisa memberi keterangan karena belum menerima data yang akurat,” kata Agus Rahardjo singkat, saat doorstop interview di gedung Pancasila Kota Bau-Bau, Sabtu (27/7) malam.

[RIDWAN – editor LAMIM]

Komentar

News Feed