oleh

Agus Rahardjo: Penataan Aset Tugas KPK

BAU-BAU

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Ir Agus Rahardjo menegaskan, penataan aset adalah tugas KPK RI. Ini ditegaskannya usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional “Ayo Bangkit Lawan Korupsi” di gedung Pancasila Kota Bau-Bau, Sabtu (27/7).

Sebelum Agus Rahardjo hadir di Kota Bau-Bau, Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK RI telah kebih dulu turun langsung memfasilitasi penataan aset yang hingga kini belum tuntas antara Pemerintah Kabupaten Buton kepada Pemerintah Kota Bau-Bau. Persoalan serah terima aset ini berkepanjangan sejak terbentuknya Kota Bau-Bau berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Bau-Bau.

“Saya terus terang masalahnya belum tau betul, saya perlu mendalami itu. Tapi kalau yang namanya penataan aset, ini menjadi tugas KPK. Jadi seperti aset milik Perusahaan Kereta Api Indonesia ada yang sudah dikuasai Perusahaan swasta, itu juga pelan pelan kita luruskan yaa,” kata Agus Rahardjo menanggapi pertanyaan awak media saat doorstop interview, usai Seminar Nasional malam itu.

Diketahui, Tim Korsupgah KPK RI mencatat lebih dari 100 aset belum diserahkan Pemerintah Kabupaten Buton kepada Pemerintah Kota Bau-Bau. Hadirnya KPK RI mengintervensi penataan aset ini, konon juga didasari adanya beberapa aset Daerah yang diduga telah dikuasai oleh oknum perorangan.

Tentu publik sangat berharap penuntasan penataan aset Pemerintah Kabupaten Buton dan Pemerintah Kota Bau-Bau ini. Dan juga, KPK RI mampu mengungkap, serta mengembalikan kepada Daerah, aset yang diduga telah dikuasai oknum perperorangan, agar dapat dipergunakan sepenuhnya bagi kepentingan Rakyat.

(foto berita: Istimewa)

[RIDWAN – editor LAMIM]

Komentar

News Feed