Yudi Masril Fokus Percepat Infrastruktur dan Tata Ruang Baubau
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau, Yudi Masril, menegaskan percepatan penanganan infrastruktur menjadi fokus utama sejak dirinya dilantik memimpin organisasi perangkat daerah tersebut. Prioritas yang langsung dikerjakan meliputi perbaikan ruas jalan rusak, percepatan pembangunan Pasar Wameo, penataan jalan protokol, penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan anggaran APBN.
Percepatan Penanganan Jalan Rusak Jadi Prioritas
Wartawan Kasamea.com: Masyarakat cukup banyak menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak, khususnya di tanjakan rau. Apa langkah yang dilakukan Dinas PUPR untuk mengatasinya ?
Kepala Dinas PUPR Yudi Masril: Hari ini (Selasa 7 Juli 2026) kami mulai dengan pembersihan lokasi. Kemarin sudah dilakukan penyemprotan jalan dan dalam satu hingga dua hari ke depan akan langsung dilakukan pengaspalan. Kami juga berharap pengguna jalan bisa sedikit bersabar karena pekerjaan ini kami percepat, agar persoalan jalan tersebut segera selesai.
Wartawan Kasamea.com: Selain ruas jalan itu, apakah ada pekerjaan lain yang dipercepat?
Yudi Masril: Ya, kami juga mempercepat pengaspalan di beberapa titik lain yang sebelumnya sudah berkontrak. Seluruh pekerjaan akan kami akselerasi, agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Pasar Wameo Dikebut Sebelum Hari Jadi Kota Baubau
Wartawan Kasamea.com: Bagaimana progres pembangunan Pasar Wameo yang menjadi perhatian publik?
Yudi Masril: Saat ini Pasar Wameo menjadi salah satu fokus utama kami. Target kami minimal akses jalan sudah bisa dilalui masyarakat, meskipun masih terdapat pekerjaan struktur yang terus berjalan. Kami mengupayakan sebelum peringatan Hari Jadi Kota Baubau, pada Oktober nanti, kawasan tersebut sudah operasional.
Wartawan Kasamea.com: Padahal kontraknya baru selesai pada awal Desember?
Yudi Masril: Benar, kontraknya memang berakhir awal Desember. Namun percepatan tetap kami lakukan, agar masyarakat sudah bisa memanfaatkan akses jalan lebih awal. Nantinya juga akan tersedia jalur khusus kendaraan sehingga tidak lagi bercampur dengan area parkir. Penataan ini sekaligus diharapkan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari retribusi parkir.
Optimalkan Dana APBN di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah
Wartawan Kasamea.com: Apa arahan utama yang pak Kadis terapkan kepada seluruh bidang di Dinas PUPR?
Yudi Masril: Kondisi transfer anggaran daerah saat ini cukup terbatas. Karena itu kami mengarahkan seluruh bidang agar aktif mencari sumber pembiayaan dari APBN. Untuk tahun anggaran 2027 kami sudah mengusulkan penanganan jalan melalui dana pusat, dan terus membangun komunikasi dengan Balai Sumber Daya Air, agar penanganan talut di sejumlah titik rawan seperti Batara Guru dapat dibiayai pemerintah pusat, karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Jembatan Buton-Muna Terus Didorong
Wartawan Kasamea.com: Bagaimana perkembangan pembangunan Jembatan Buton-Muna?
Yudi Masril: Kami terus melakukan percepatan koordinasi. Seluruh dokumen pendukung sudah kami sampaikan kepada pihak balai. Pemerintah Kota Baubau juga telah menyatakan komitmen menyelesaikan pembebasan lahan yang masih tersisa di beberapa titik, termasuk kawasan pertigaan dan rest area yang menjadi syarat penting pembangunan.
Wartawan Kasamea.com: Apakah optimistis proyek strategis nasional ini berjalan sesuai rencana?
Yudi Masril: Kami melihat pemerintah pusat sangat serius. Pemerintah Kota Baubau mendukung penuh pembangunan Jembatan Pulau Buton–Pulau Muna, dan berkomitmen memenuhi seluruh persyaratan yang menjadi kewenangan daerah.
Jalan Betoambari Disiapkan Menjadi Percontohan Jalan Kota
Wartawan Kasamea.com: Ruas jalan mana saja yang menjadi prioritas pembenahan?
Yudi Masril: Berdasarkan tingkat lalu lintas harian rata-rata, beberapa ruas memiliki volume kendaraan cukup tinggi seperti Jalan Betoambari, Jalan Monginsidi, Jalan Yos Sudarso, demikian juga di ruas Jalan Nasional. Salah satu upaya yang kami lakukan pada perubahan anggaran, kami mengusulkan pembenahan jalan tersebut, termasuk penambahan marka jalan dan peningkatan kualitas permukaan jalan.
Wartawan Kasamea.com: Mengapa Jalan Betoambari menjadi perhatian khusus?
Yudi Masril: Jalan Betoambari kami siapkan menjadi contoh jalan perkotaan yang memenuhi standar keselamatan. Selain permukaan jalan diperbaiki, kawasan itu akan dilengkapi marka jalan, rambu-rambu, serta penataan yang lebih baik agar menjadi wajah Kota Baubau sebagai kota jasa dan perdagangan.
RDTR Dipercepat untuk Dorong Investasi
Wartawan Kasamea.com: Bagaimana fokus Dinas PUPR dalam penataan ruang?
Yudi Masril: Tahun ini kami mendapat fasilitasi dari Kementerian ATR/BPN, untuk menyusun dua RDTR yang ditargetkan selesai tahun ini, dan segera ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota. Dokumen tersebut akan menjadi dasar pelayanan perizinan berbasis Online Single Submission (OSS), sehingga investor dapat memperoleh kepastian lokasi investasi secara lebih cepat dan transparan.
Wartawan Kasamea.com: Selain RDTR, apa agenda besar lainnya?
Yudi Masril: Kami juga mempercepat finalisasi RTRW sebagai dokumen induk pembangunan wilayah. Di sisi lain, kami terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, untuk penyediaan sumber air baku baru melalui proyek Sungai Lahelo. Harapannya distribusi air bersih ke wilayah Murhum, Bataraguru, dan sekitarnya semakin meningkat, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.









Komentar