oleh

Somasi Terakhir Debitur, Kacab Bank Muamalat Baubau Sakit

kasamea.com BAU-BAU

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk KCP Baubau disomasi (teguran hukum). Somasi pertama dilayangkan pada Selasa 14 Juli 2020, terkait dengan tidak diindahkannya surat permintaan dokumen, termasuk didalamnya dokumen mengenai objek jaminan Debitur.

Adalah Dedi Ferianto SH selaku Kuasa Hukum Debitur yang melayangkan somasi.

Dedi Ferianto menguraikan pokok permasalahannya:

Bahwa obyek jaminan milik kliennya berupa tanah dan bangunan disertai sertifikat hak milik yang diserahkan kepada pihak Bank Muamalat saat Akad Perjanjian Kredit, diduga telah beralih atau dalam penguasaan pihak lain. Pengalihan ini tanpa pemberitahuan atau sepengetahuan kliennya.

Berdasarkan hal tersebut, lanjut Dedi Ferianto, untuk mendapatkan informasi yang berimbang dan obyektif, pada 26 Juni 2020, selaku Kuasa hukum, pihaknya telah mengirim surat permintaan dokumen kepada pihak Bank Muamalat. Jumlah dokumen yang diminta sebanyak 19 dokumen, salah satu didalamnya adalah dokumen risalah lelang objek jaminan.

Kata Dedi Ferianto, pihaknya ingin mengetahui, apakah tindakan pihak Bank mengalihkan obyek jaminan a quo ke pihak lain telah sesuai prosedur lelang sebagaimana ketentuan perundang-undangan atau tidak. Sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 6 UU No.4/1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah. Namun menurut Dedi Ferianto, hingga somasi ini dilayangkan, tak ada jawaban dari pihak Bank.

“Oleh karena itu, melalui surat somasi ini kami mengultimatum pihak kreditur dalam hal ini Bank Muamalat KCP Baubau untuk memberikan segala dokumen yang berkaitan dengan klien kami, selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah surat diterima. Jika tidak diindahkan, kami akan menempuh segala bentuk upaya hukum yang perlu, penting dan berguna untuk kepentingan hukum klien kami,” tegasnya.

Rupanya somasi yang dilayangkan Dedi Ferianto belum mendapat respon positif dari pihak Bank Muamalat. Alhasil hari ini, Rabu (22/7/20), Dedi Ferianto kembali melayangkan somasi susulan. Somasi ini yang kedua dan terakhir.

Somasi kedua dan terakhir ini selain ditujukan kepada Kepala Cabang Bank Muamalat Baubau, juga ditujukan kepada Pimpinan Pusat, dalam hal ini Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk di Jakarta.

Dalam press release, Dedi Ferianto menuliskan, bahwa peristiwa ini adalah preseden buruk bagi dunia Perbankan, yang sangat merugikan kepentingan Debitur/Nasabah. Kata mantan aktivis kritis dan vokal dijamannya ini, bagaimana mungkin pihak Bank berani melakukan tindakan pengalihan suatu obyek jaminan Debitur ke pihak lain, tanpa sepengetahuan debitur/pemiliknya. Dan ketika Debitur meminta informasi atau pertanggungjawaban terkait tindakan tersebut, pihak Bank tidak memberikan jawaban.

“Hal ini patut menjadi pertanyaan besar. Ada apa pihak Bank menutup-nutupi informasi ini?” tanya Dedi Ferianto.

Menurut Dedi Ferianto, berdasarkan ketentuan, selama ada permintaan, pihak Bank wajib memberikan keterangan atau informasi kepada Debitur/Nasabah atau Kuasa Hukum. Sebagaimana termaktub dalam Pasal 44A ayat (1) UU Perbankan Jo. Pasal 2 Ayat 4 Huruf (f) Peraturan Bank Indonesia Nomor 2/19/PBI/2000 Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Perintah atau Izin Tertulis Membuka Rahasia Bank.

“Tindakan hukum ini tidak hanya akan menyasar pihak Bank, tetapi juga tidak menutup kemungkinan termasuk pihak ketiga yang menempati dan menguasai objek jaminan milik klien kami saat ini,” demikian ditegaskan Dedi Ferianto.

Oleh sebab itu, lanjut Dedi Ferianto, dalam somasi kedua dan terakhir ini, pihaknya konsisten dengan hal yang sama. Mengingatkan kembali kepada pihak Bank selaku Kreditur, selambat-lambatnya dalam waktu 7 hari jam kerja, untuk memenuhi permintaan kliennya. Jika tidak, Dedi Ferianto menegaskan, maka pihaknya akan mengambil segala tindakan hukum penting, perlu dan berguna bagi kepentingan hukum kliennya.

Kasamea.com berupaya mengkonfirmasi tanggapan pihak Bank Muamalat, dengan menemui langsung di kantor Bank Muamalat di Jalan Betoambari. Namun upaya ini belum berhasil. Kepala Cabang Bank Muamalat Baubau belum bisa ditemui.

Menurut Erni, Bagian Operasional Bank Muamalat Baubau, bahwa pimpinannya tengah dalam keadaan sakit dan belum bisa ditemui. Selain Kepala Cabang, tidak ada yang bisa memberikan tanggapan atas permasalahan somasi Debitur dimaksud.

Kasamea.com pun meminta nomor Hand Phone Kepala Cabang, untuk upaya konfirmasi / memberi ruang dan waktu ntuk hak jawab. Namun nomor Hand Phone Kepala Cabang tidak diperoleh.

Sebaliknya, Erni meminta nomor Hand Phone redaksi Kasamea.com, dan seorang awak media lainnya. Erni menyampaikan akan menghubungi, bila pimpinannya telah bersedia untuk diwawancara (kondisi sehat, red).

[RED]

Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed